SUARABOTIM.COM – Harga cabai di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, mulai mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kenaikan paling terasa terjadi pada cabai rawit setan yang kini menembus harga Rp100 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang cabai di Pasar Cibinong, Ade (35) mengatakan, kenaikan harga cabai rawit setan sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Awalnya harga cabai rawit sekitar Rp80 ribu per kilogram, sekarang sudah naik jadi Rp100 ribu,” ujar Ade saat ditemui di Pasar Cibinong, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, kenaikan harga tersebut mulai terjadi sejak sekitar tiga hari lalu. Secara bertahap harga cabai meningkat dari Rp80 ribu, kemudian Rp90 ribu, hingga kini mencapai Rp100 ribu per kilogram.
Ade menjelaskan, kenaikan harga saat ini hanya terjadi pada cabai rawit setan. Sementara untuk jenis cabai lainnya masih relatif stabil.
“Kalau yang lain masih standar, harganya sekitar Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per kilogram,” jelasnya.
Selain cabai, harga komoditas lain seperti bawang dan tomat masih tergolong stabil. Ia menyebut harga tomat saat ini masih berada di kisaran Rp15 ribu per kilogram.
Meski demikian, Ade memperkirakan harga cabai masih berpotensi mengalami kenaikan menjelang Lebaran.
“Kayaknya sih masih bisa naik lagi. Biasanya menjelang Lebaran bisa di atas Rp100 ribu,” katanya.
Ia menambahkan, kenaikan harga cabai menjelang Lebaran sudah menjadi pola yang terjadi hampir setiap tahun. Biasanya harga akan kembali turun setelah perayaan Idul Fitri usai.
“Dari tahun ke tahun memang begitu. Menjelang Lebaran naik, nanti habis Lebaran turun lagi,” ungkapnya.
Kenaikan harga cabai juga berdampak pada jumlah pembeli di pasar. Ade mengaku sebagian pelanggan mulai mengurangi jumlah belanja karena harga yang semakin mahal.
“Pembeli pasti berkurang. Sekarang belanjanya tidak banyak, paling sedikit saja,” katanya.
Akibatnya, omzet penjualan juga ikut menurun. Ade memperkirakan penurunan pendapatan yang ia rasakan sekitar 10 persen, terutama dari penjualan cabai rawit merah.
“Omzet paling turun sekitar 10 persen, itu juga karena cabai rawit merah saja yang naik,” pungkasnya.
(Pandu)







