SUARABOTIM.COM – Harga daging ayam potong di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan harga tersebut mulai dirasakan oleh pedagang maupun pembeli di pasar tradisional tersebut.
Salah satu pedagang ayam potong di Pasar Cibinong, Acay (40), mengatakan bahwa saat ini harga daging ayam mencapai Rp42 ribu per kilogram. Angka tersebut meningkat dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram.
“Sekarang harga ayam Rp42 ribu per kilo. Sebelumnya itu Rp35 ribu sampai Rp38 ribu per kilo, sekarang memang melonjak,” ujar Acay saat ditemui di Pasar Cibinong, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, harga tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia juga memperkirakan harga daging ayam masih berpotensi mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kalau menjelang Lebaran biasanya memang ada kenaikan lagi. Paling sekitar semingguan sebelum Lebaran. Dari tahun ke tahun memang seperti itu,” jelasnya.
Meski demikian, Acay menuturkan, harga daging ayam terkadang juga bisa mengalami penurunan tergantung kondisi pasar dan biaya produksi, seperti harga pakan ternak.
“Kadang juga bisa turun, kadang masih standar. Tergantung kondisi pasar. Kadang juga karena pakan ayamnya naik,” katanya.
Kenaikan harga daging ayam ini juga berdampak pada daya beli masyarakat. Acay mengungkapkan, pembeli kini cenderung mengurangi jumlah pembelian dibandingkan sebelumnya.
“Pembeli berkurang. Biasanya beli tiga kilo, sekarang paling dua kilo setengah, bahkan ada yang cuma setengah kilo,” ujarnya.
Acay menyebut, penurunan daya beli tersebut juga berdampak pada jumlah penjualan harian pedagang.
“Kalau dua minggu sebelum Lebaran ini penjualan masih jalan, tapi memang agak berkurang. Biasanya kita jual 12 keranjang, sekarang paling tujuh keranjang,” katanya.
Akibat kondisi tersebut, lanjut Acay, omzet penjualan pun ikut menurun drastis hingga mencapai sekitar 60 persen.
Ia pun berharap, agar pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat kecil, terutama terkait stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar.
“Harapannya pemerintah bisa lebih sigap melihat kondisi rakyat kecil. Masih banyak masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.
(Pandu)







