Cibinong, SuaraBotim.Com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mengungkapkan bahwa sejak Januari hingga Mei 2025, tercatat hanya lima kasus COVID-19 di wilayah Kabupaten Bogor.
Hal ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty saat menghadiri Hari Jadi Bogor (HJB) yang ke-543 di Gedung Tegar Beriman. Ia menyebut, bahwa belum ada lonjakan kasus yang signifikan.
“Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada peningkatan kasus COVID-19 yang signifikan di Kabupaten Bogor. Dari data sistem pelaporan kami, sejak Januari hingga Mei hanya terdapat lima kasus terdeteksi,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Selasa (3/6/25
Fusia juga menjelaskan, bahwa saat ini, gejala COVID-19 sudah mirip dengan flu biasa. Meski begitu, Dinkes Kabupaten Bogor tetap menindaklanjuti surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk meningkatkan kewaspadaan dini di fasilitas kesehatan.
“Surat edaran dari Kemenkes tetap harus kita tindaklanjuti. Kami telah menerbitkan surat kepada seluruh fasilitas kesehatan, baik puskesmas, klinik, hingga rumah sakit daerah dan swasta untuk meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.
Beberapa langkah yang dianjurkan meliputi penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penggunaan masker bagi yang sedang sakit, peningkatan daya tahan tubuh, serta menjaga pola makan bergizi. Selain itu, dalam waktu dekat, Dinkes Kabupaten Bogor akan menggelar pertemuan virtual (Zoom meeting) dengan seluruh fasilitas kesehatan untuk mempertegas instruksi dari pusat.
Sebelumnya, Kemenkes RI telah menerbitkan surat edaran terkait peningkatan kasus COVID-19 di beberapa negara Asia, termasuk Thailand, Hong Kong, dan Malaysia. Meski angka penularan dan kematian tetap rendah, surat edaran tersebut bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus dan wabah lainnya.
(Pandu)







