SUARABOTIM.COM – International Open Indoor Skydiving Championship Kapolri Cup II Tahun 2026 resmi digelar di Gedung Wind Tunnel, Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (17/9/2026).
Kejuaraan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini diikuti 356 peserta dari 10 negara. Pembukaan dilakukan langsung Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama jajaran.
Ketua Penyelenggara International Indoor Skydiving Kapolri Cup II, Brigjen Pol. Christyanto Goetomo, mengatakan kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi internasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Korps Brimob mencetak atlet-atlet baru Indonesia.
Menurut Christyanto, indoor skydiving masih tergolong cabang olahraga baru sehingga pembinaan dan regenerasi atlet perlu dilakukan secara berkelanjutan.
”Jadi kita ingin mencetak atlet-atlet berprestasi dari negara kita. Kami dari Korps Brimob menyiapkan sarana dan prasarana yang ada di sini dan melaksanakan latihan setiap hari selama kurang lebih tiga bulan,” ujar Christyanto.
Ia menjelaskan, sejumlah atlet Korps Brimob sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam olahraga terjun payung, baik kategori indoor maupun outdoor. Mereka juga telah mengikuti berbagai kompetisi di tingkat nasional hingga internasional.
Salah satu capaian yang diraih atlet Indonesia terjadi pada kejuaraan tingkat Asia pertama di Makau. Saat itu, atlet putri Indonesia berhasil menempati posisi kedua, sedangkan atlet putra berada di posisi ketiga.
Christyanto menegaskan, pembinaan tidak akan berhenti setelah Kapolri Cup II selesai. Regenerasi atlet akan terus dilakukan, termasuk membuka kesempatan bagi anak-anak sekolah untuk menjadi calon atlet di masa depan.
Selain pembinaan indoor, Korps Brimob juga dijadwalkan menggelar latihan terjun payung outdoor di Bandara Kertajati pada Oktober mendatang.
”Alat ini sebenarnya adalah simulasi terjun payung untuk mempercepat proses latihan di udara terbuka. Begitu sudah mahir di sini, di luar akan lebih mahir,” jelasnya.
Dari sisi keselamatan, panitia menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari tim kesehatan, ruang tindakan pertama hingga klinik. Untuk penanganan lebih lanjut, rujukan yang disiapkan adalah Rumah Sakit Brimob.
Christyanto mengatakan latihan menggunakan wind tunnel juga relatif lebih aman dibandingkan latihan terjun langsung dari pesawat. Selain itu, metode tersebut dapat memangkas waktu dan biaya latihan.
”Kalau dari pesawat langsung membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal. Kalau di wind tunnel, bisa dilatih langsung di tabung angin tersebut sehingga mempercepat proses latihan,” katanya.
Dalam Kapolri Cup II tahun ini, peserta akan bertanding di sejumlah kategori, seperti solo, 2-way, 4-way, freestyle dan dynamic. Selain kategori internasional, panitia juga membuka kompetisi tingkat ASEAN serta kategori nasional bagi peserta pemula.
Kategori pemula tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan dan penjaringan calon atlet indoor skydiving Indonesia.
Christyanto menyebut Gedung Wind Tunnel Cikeas merupakan fasilitas operasional yang menjadi salah satu fasilitas terbesar di kawasan Asia Tenggara.
”Kalau di Indonesia, tempat kita hanya ini yang operasional. Ini yang terbesar di Asia Tenggara dan di Asia pun masih diperhitungkan,” ujarnya.
International Indoor Skydiving Kapolri Cup II merupakan penyelenggaraan kedua setelah kejuaraan pertama digelar pada 2024. Kejuaraan tersebut direncanakan berlangsung secara berkala setiap dua tahun.
Sementara itu, Dankorbrimob Cup juga akan digelar secara berkala dengan fokus pada kompetisi nasional dan pembinaan atlet dalam negeri. Atlet yang telah melalui proses pembinaan diharapkan dapat melanjutkan kiprahnya ke ajang Kapolri Cup yang berskala internasional.
Kejuaraan Indoor Skydiving Kapolri Cup juga telah masuk dalam agenda Federation Aeronautique Internationale (FAI).
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyampaikan pesan kepada seluruh atlet agar bertanding dengan kemampuan terbaik serta tetap menjunjung sportivitas dan saling menghormati.
Ia berharap kejuaraan tersebut dapat menjadi ruang bagi para atlet untuk menunjukkan prestasi sekaligus memperluas persahabatan dan membangun kebersamaan antar-atlet dari berbagai negara.
Dedi juga meminta panitia dan seluruh personel pengamanan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung profesional, aman, tertib dan lancar.
Pelayanan kepada peserta dan tamu, kata dia, juga perlu dilakukan secara maksimal sehingga penyelenggaraan event internasional tersebut dapat memberikan kesan positif sekaligus menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah.
”Keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kemampuan kita menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kualitas olahraga dirgantara Indonesia ke depan,” katanya.
Dedi kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan International Open Indoor Skydiving Championship Kapolri Cup II Tahun 2026.
Kepada para atlet, ia berpesan agar bertanding penuh semangat dan menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti kejuaraan.
(Arsyit Syarifudin)






