SUARABOTIM.COM – Ribuan ton sampah yang setiap hari bermuara di TPA Galuga, Kabupaten Bogor, kini disiapkan untuk memiliki nilai baru.
Melalui pembangunan PSEL, sampah tersebut akan diolah menjadi energi listrik dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton per hari dan potensi listrik hingga 40 MW.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan sampah yang diolah nantinya menjadi bahan baku pembangkit energi listrik. Listrik tersebut akan disalurkan melalui mekanisme off-taker PT PLN (Persero).
“PSEL ini untuk 1.500 ton sampah. Dari 1.500 ton sampah itu menghasilkan 15 sampai dengan 40 megawatt,” ujar Teuku Mulya, Rabu (16/9/26).
Menurut Teuku, listrik yang dihasilkan PSEL akan masuk ke dalam sistem distribusi PLN. Selanjutnya, pemanfaatan listrik tersebut akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan di wilayah sekitar Kabupaten Bogor, khususnya kawasan Bogor Barat.
“Yang mengonsumsi nanti melalui mekanisme off-taker-nya PLN. Nanti PLN yang mendistribusikan, tentunya ke wilayah-wilayah sekitar Bogor Barat,” jelasnya.
Ia menjelaskan, bahan baku PSEL Galuga nantinya tidak hanya berasal dari produksi sampah harian Kabupaten Bogor. Tumpukan sampah yang selama ini berada di kawasan Galuga juga akan menjadi bagian dari proses pengolahan.
“Produksi sampah kita nanti per hari, plus tumpukan sampah yang sudah ada. Jadi nanti akan diolah ataupun dibakar melalui mekanisme PSEL,” katanya.
Pembangunan PSEL Galuga menjadi bagian dari upaya transformasi sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Bogor. Sampah yang selama ini hanya ditampung di kawasan TPA secara bertahap akan diarahkan masuk ke dalam sistem pengolahan yang menghasilkan energi.
Dengan demikian, pengelolaan sampah di Galuga tidak hanya berorientasi pada penampungan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan manfaat lain berupa energi listrik.
Teuku mengatakan Pemkab Bogor telah menyiapkan berbagai dukungan untuk pembangunan PSEL Galuga yang dijadwalkan memasuki tahap groundbreaking pada 17 September 2026.
Dukungan tersebut mencakup aspek keamanan, lalu lintas hingga memastikan kondisi kawasan Galuga tetap kondusif setelah sebelumnya terjadi kebakaran sampah.
“Intinya dalam kondisi sekarang alhamdulillah kondusif dan kita siap untuk melakukan groundbreaking pembangunan PSEL,” tandasnya.
(Pandu)







