SUARABOTIM.COM – Kepala Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Udin Saputra, mengaku harus memutar otak untuk merealisasikan sejumlah program pemerintah yang membutuhkan ketersediaan lahan. Program tersebut di antaranya penanaman jagung hibrida, pembangunan hutan kota.
Selain menjabat sebagai Kepala Desa Ciangsana, Udin Saputra juga merupakan Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Gunung Putri.
Udin Saputra mengatakan, kendala utama dalam menjalankan program tersebut adalah keterbatasan lahan di wilayahnya yang tergolong padat penduduk.
“Wilayah kami ini sudah sangat padat penduduk. Sementara untuk program penanaman jagung hibrida maupun hutan kota minimal membutuhkan lahan sekitar satu hektare,” ujar Udin Saputra kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, kondisi Desa Ciangsana yang berada di kawasan perkotaan membuat ketersediaan lahan pertanian sangat terbatas. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah desa dalam mengimplementasikan program-program tersebut.
“Wilayah kami ini lebih ke perkotaan, bukan wilayah pertanian. Jadi kami cukup kesulitan mencari lahan yang bisa digunakan untuk program tersebut,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya tetap berupaya mencari solusi agar program tersebut tetap bisa berjalan. Salah satu alternatif yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan lahan milik warga atau meminjam lahan dari pihak lain.
“Kalau di Ciangsana sendiri memang cukup sulit. Kecuali nanti ada solusi dengan memanfaatkan tanah warga atau meminjam lahan milik pihak lain,” ungkapnya.
Udin Saputra menilai, program penanaman jagung hibrida, pembangunan hutan kota, merupakan program yang baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
“Program ini sebenarnya sangat bagus untuk mendongkrak perekonomian warga. Karena itu, kami akan berusaha semaksimal mungkin agar program ini tetap bisa berjalan,” tandasnya.
(Pandu)







