Jonggol, SuaraBotim.Com – Kepala Desa Sukanegara, Ahmad Yani, mengusulkan agar dana pokok pikiran (Pokir) lebih difokuskan pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna mengatasi permasalahan bank emok di masyarakat.
Menurutnya, alokasi dana ini sebaiknya tidak hanya dalam bentuk bantuan langsung, tetapi juga fasilitas pendukung agar masyarakat lebih mandiri secara ekonomi.
“Pokir sebaiknya difokuskan untuk UMKM sebagai solusi penanggulangan bank emok. Masyarakat tidak hanya diberi bantuan, tetapi juga difasilitasi agar dapat mengatasi pengangguran dan terbebas dari bank emok. Dengan demikian, dana ini bisa lebih bermanfaat bagi seluruh desa,” ujar Kepala Desa Sukanegara Ahmad Yani kepada SuaraBotim.Com, Selasa (18/2/25).
Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, H. Sulaeman mengungkapkan, bahwa upaya serupa telah ia usulkan lima tahun lalu, namun mengalami kendala regulasi.
“Saya sudah pernah mengusulkan alokasi dana Pokir untuk permodalan melalui koperasi atau lembaga sejenisnya, tetapi saat itu dikatakan tidak bisa karena terbentur nomenklatur. Padahal di Sleman dan Kabupaten Bandung bisa,”ungkapnya.
H. Sulaeman menegaskan, bahwa DPRD akan menagih komitmen bupati yang baru terkait kebijakan ini serta dirinya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mendukung UMKM.
“Jika ada sinergi, tentu bisa dilakukan. Setiap tahun kita alokasikan dana Pokir untuk UMKM, tapi untuk pelatihan masih terbatas. Kami tetap berkomitmen untuk mendukung UMKM di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.
(pandu)







