SUARABOTIM.COM – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Desa Rengas Jajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor menyebabkan aliran Kali Cisuda meluap hingga memicu banjir pada Sabtu (18/4/26) malam.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, peristiwa banjir terjadi sekitar pukul 19.00 WIB setelah hujan turun sejak sore hari. Laporan kejadian diterima petugas pada pukul 19.30 WIB dari staf desa setempat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani menjelaskan, luapan air tidak hanya berasal dari Kali Cisuda, tetapi juga dipicu meluapnya Kali Cidangdeur dan Kali Cibungur akibat curah hujan tinggi dalam durasi cukup lama.
“Curah hujan tinggi sejak pukul 16.00 WIB menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke permukiman warga yang berada di bantaran sungai,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Minggu (19/4/26).
Hasil kaji cepat mencatat sebanyak 199 unit rumah terdampak, dengan total 199 kepala keluarga (KK) atau 658 jiwa tersebar di sejumlah kampung, di antaranya Kampung Lebak Wangi Pasar, Pasir Sereh, Lebak Wangi Girang, dan Kadaung.
Menurutnya, meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, banjir sempat memaksa warga mengungsi. “Sebanyak 6 KK atau 23 jiwa dari Kampung Lebak Wangi Pasar RT 01/02 mengungsi ke Masjid Al-Kautsar karena kondisi rumah mereka dipenuhi lumpur,” terangnya.
Ia menyebut, BPBD mencatat beberapa fasilitas terdampak, termasuk pondok pesantren di Kampung Lebak Wangi Hilir dan Pondok Pesantren Pasir Sereh.
Kata dia, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari koordinasi dengan aparat setempat, evakuasi warga, hingga edukasi kebencanaan. Selain itu, petugas juga melakukan asesmen di lokasi untuk memastikan kondisi terkini.
“Banjir saat ini sudah berangsur surut, namun warga yang mengungsi belum kembali karena rumah masih dipenuhi lumpur,” katanya.
Adam menyebut, BPBD mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, di antaranya kasur, pakaian layak pakai, serta logistik tanggap darurat.
“Khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi guna mengantisipasi potensi banjir susulan,”tutupnya.
(Pandu)







