SUARABOTIM.COM – Karang Taruna Kabupaten Bogor mendorong para pemuda untuk tidak hanya bergantung pada lapangan kerja formal, tetapi mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Dorongan ini disampaikan sebagai respons atas meningkatnya angka pengangguran dan tutupnya sejumlah perusahaan di wilayah Bogor.
Sekretaris Umum Karang Taruna Kabupaten Bogor, Andika Aditisna, menegaskan bahwa organisasi kepemudaan tersebut berkomitmen menghadirkan solusi nyata melalui program ekonomi produktif.
“Kita kemarin melakukan launching Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Jadi kita bukan menunggu lapangan kerja, justru Karang Taruna Kabupaten Bogor mendistribusikan bantuan stimulus kegiatan ekonomi produktif untuk mengurangi pengangguran dan menciptakan kreativitas. Teman-teman tidak hanya menunggu bekerja, tapi menciptakan pekerjaan yang baru,” ujarnya kepada SuaraBotim.
Andika menjelaskan, program yang dilaksanakan mencakup penyaluran dana sebesar Rp10 juta per kecamatan. Dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, total dana yang digelontorkan mencapai Rp400 juta.
“Semua langsung berbentuk kegiatan, bukan pelatihan. Kemarin banyak sekali, mulai dari UMKM, seni kreativitas, wisata, peternakan, hingga perikanan,” jelasnya.
Ia berharap kreativitas para pemuda dapat menjadi solusi di tengah tantangan ekonomi saat ini, termasuk maraknya perusahaan yang tutup.
“Mudah-mudahan tidak mempermasalahkan banyaknya perusahaan yang tutup. Yang penting bagaimana caranya kreativitas dapat menimbulkan lapangan pekerjaan dan usaha,” ucap Andika.
Menurutnya, program ini merupakan langkah nyata dalam mendorong kemandirian pemuda. Meski begitu, keberhasilan tetap bergantung pada kesadaran dan kemauan individu masing-masing. “Yang kita lakukan hanya mencoba, terlepas dari teman-teman punya kesadaran atau tidak,” ujarnya.
Andika menegaskan bahwa Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor, Heri Gunawan, menginginkan output organisasi bukan hanya dalam bentuk aktivitas sosial biasa, tetapi melahirkan kader pemimpin yang berjiwa sosial.
“Ketua Heri Gunawan berharap output dari berorganisasi di Karang Taruna adalah ‘social leader’ dan ‘social planner’. Jadi kalau bukan pemimpin berjiwa sosial, maka menjadi pengusaha yang berjiwa sosial,” kata Andika.
Ia memastikan program ini akan terus dievaluasi dan dikontrol untuk memastikan dampaknya terhadap pengembangan ekonomi masyarakat.
“Ini salah satu bentuk program kerja kami. Ke depannya akan kami evaluasi dan kontrol lagi,” pungkasnya.
(Pandu)







