SuaraBotim.Com – Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor merencanakan program ambisius bertajuk 7 Summit Indonesia 2026 yang akan melibatkan pemuda-pemudi dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor.
Program ini bertujuan untuk membangun sumber daya manusia (SDM), menumbuhkan rasa cinta daerah, sekaligus memperkenalkan eksistensi Kabupaten Bogor di tingkat nasional.
Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar, mengatakan bahwa program 7 Summit Indonesia 2026 akan melibatkan 40 peserta dari 40 kecamatan, dengan komposisi satu orang per kecamatan, baik laki-laki maupun perempuan, yang akan dipilih melalui proses seleksi ketat.
“Rencana kita tahun 2026 ada 7 Summit Indonesia dari Kabupaten Bogor. Pesertanya 40 orang dari 40 kecamatan. Satu kecamatan satu orang, bisa laki-laki atau perempuan, sesuai hasil kualifikasi dan seleksi,” ujar pria yang kerap disapa Akew kepada SuaraBotim.Com, Jumat (26/12/2025).
Menurut Akew, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek internal atau fisik semata, tetapi juga harus keluar dan menunjukkan identitas Kabupaten Bogor kepada daerah lain di Indonesia.
“Kabupaten Bogor harus dikenal sebagai daerah yang besar, eksis, dan peduli kepada pemudanya. Kita ingin masyarakat bangga menjadi warga Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Ia menambahkan, para peserta nantinya akan menjadi duta daerah karena mendaki dan menaklukkan puncak-puncak tertinggi Indonesia dengan membawa nama kecamatannya masing-masing.
“Ketika mereka mendaki dan ditanya berasal dari mana, lalu menjawab dari Kabupaten Bogor, itu dampaknya luar biasa. Ini bagian dari pembangunan SDM yang harus kita lakukan,” katanya.
Program ini juga diyakini akan berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan kesadaran lingkungan.
Rike menilai, pengalaman mendaki gunung-gunung tertinggi Indonesia merupakan bentuk pendidikan nonformal yang tidak terukur.
“Mereka akan belajar bagaimana daerah lain mengelola pariwisata dan menjaga lingkungan. Sepulangnya ke Kabupaten Bogor, saya yakin rasa cinta terhadap alam dan daerahnya akan jauh lebih kuat,” ungkap Akew.
Rike menyebutkan, bahwa proses seleksi direncanakan mulai Februari 2026, dengan target pendakian dilakukan pada bulan Juni 2026. Puncak kegiatan akan dilaksanakan pada 3 Juni, bertepatan dengan Hari Jadi Bogor (HJB).
“Targetnya, 40 orang ini harus summit di tanggal 3 Juni di 7 puncak Indonesia. Salah satunya Carstensz Pyramid,” jelasnya.
Para peserta akan dibagi ke beberapa wilayah pendakian seperti Sumatera, Kalimantan, Maluku, Jawa, Nusa Tenggara, hingga Papua. Jika Gunung Semeru tidak memungkinkan, KORMI akan memilih gunung alternatif tertinggi di Pulau Jawa.
Seluruh kebutuhan peserta, mulai dari logistik hingga perlengkapan, akan ditanggung oleh KORMI Kabupaten Bogor.
“Peserta tinggal bawa badan, fisik, dan otak. Semua kita siapkan,” tegas Akew.
Pendakian serentak akan dilakukan secara live streaming dari masing-masing puncak gunung dengan memanfaatkan teknologi, termasuk koneksi satelit, sehingga dapat disaksikan langsung oleh masyarakat dan jajaran pemerintah daerah.
Untuk menjamin objektivitas, KORMI Kabupaten Bogor menunjuk konsultan independen dalam proses seleksi.
“Saya ingin seleksi yang fair. Bukan karena kenal atau tidak kenal, tapi benar-benar yang terbaik dari setiap kecamatan,” kata Akew.
Selain seleksi administrasi dan usia, peserta juga akan menjalani tes fisik seperti lari dan ketahanan tubuh. Setiap kecamatan juga akan disiapkan peserta cadangan untuk mengantisipasi kondisi darurat seperti sakit atau cedera.
Setelah terpilih, peserta akan mengikuti pelatihan fisik dan mental secara rutin. Peserta yang tidak disiplin dan tidak konsisten mengikuti latihan akan dieliminasi.
“Nanti latihannya juga akan dilakukan di Gedung KORMI yang baru. Insyaallah tahun ini selesai dan bisa digunakan,” pungkas Rike.
Program 7 Summit Indonesia 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam pembangunan SDM, promosi daerah, serta penguatan karakter pemuda Kabupaten Bogor melalui olahraga rekreasi dan petualangan alam.
(Pandu)







