KOTA BOGOR, SuaraBotim.Com – Program mudik gratis besar-besaran yang digulirkan pemerintah pada Lebaran 2026 menjadi kabar baik bagi pemudik, namun menjadi pukulan telak bagi pengusaha angkutan darat. Sejumlah operator bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, mengeluhkan omzet yang merosot tajam hingga 50 persen.
Hingga memasuki pertengahan Ramadan, pergerakan pemesanan tiket yang biasanya sudah “full booked” kini justru tampak lesu.
Kepala PO Sinar Jaya Bogor Raya, Sunaryana, mengungkapkan bahwa tahun ini terjadi anomali pasar. Biasanya, pesanan tiket sudah mengalir sejak awal puasa, namun saat ini kapasitas bus yang terisi baru menyentuh angka 10 persen.
“Sepinya luar biasa, jauh lebih sepi dari tahun kemarin. Market kami tersedot program mudik gratis yang kuotanya terus bertambah, baik bus, kapal laut, hingga kereta api,” ujar Sunaryana saat ditemui di Terminal Baranangsiang, Rabu (25/2/2026).
Kondisi ini memaksa operator bus melakukan strategi bertahan yang ekstrem. Alih-alih menaikkan tarif saat musim mudik (tuslah), sejumlah PO bus justru terpaksa menurunkan harga tiket demi menarik minat masyarakat.
“Tahun ini harga tiket malah turun sekitar 15 sampai 20 persen dibandingkan tahun lalu. Kami tidak berani menaikkan harga karena persaingannya berat dengan program gratisan pemerintah,” tambah Sunaryana.
Kelesuan serupa dirasakan PO ALS jurusan Pulau Sumatera. Pengurus PO ALS Bogor, Joni Damanik, menyebutkan bahwa tren penambahan armada tambahan (extra bus) kini tinggal kenangan.
“Dulu kalau puncak mudik kita bisa tambah dua bus ekstra, sekarang sejak ada mudik gratis kami tidak berani. Penurunan penjualan tiket kami rasa mencapai 50 persen. Ini risiko yang harus kami telan,” keluh Joni.
Para pengusaha angkutan darat kini hanya bisa berharap pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih seimbang, sehingga program sosial mudik gratis tidak mematikan ekosistem transportasi umum swasta yang telah lama menjadi tulang punggung mobilitas warga.
(Retza)







