SUARABOTIM.COM – Tingkat hunian hotel di wilayah Kabupaten Bogor selama libur Lebaran 2026 tercatat mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa. Hal ini seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan momen liburan untuk berwisata.
Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto, mengungkapkan bahwa okupansi hotel pada periode H-2 hingga 24 Maret 2026 berada di kisaran 75 hingga 80 persen.
“Hampir sama dengan tahun lalu, H-2 sampai tanggal 24 kemarin occupancy rata-rata di angka 75 sampai 80 persen,” ujar Boboy, Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, peningkatan tingkat hunian hotel ini dipengaruhi oleh meningkatnya arus perjalanan masyarakat selama libur Lebaran.
Boboy menyebut, tingginya trafik wisatawan yang masuk ke wilayah Bogor turut memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan.
“Kalau kita perhatikan occupancy saat libur Lebaran, dibandingkan hari biasa atau weekend, itu mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari meningkatnya trafik, yang turut mempengaruhi tingkat hunian hotel,” jelasnya.
Terlebih, lanjut Boboy, peningkatan jumlah wisatawan terutama terjadi di kawasan Puncak yang masih menjadi destinasi favorit. Namun demikian, hingga saat ini belum terlihat adanya lonjakan signifikan dalam pemesanan kamar hotel.
“Sejauh ini belum ada lonjakan pesanan untuk hotel di Kabupaten Bogor atau Puncak,” ucapnya.
Ia memperkirakan, mayoritas wisatawan yang datang ke Bogor selama libur Lebaran 2026 lebih memilih melakukan perjalanan singkat tanpa menginap atau one day trip.
“Kami memprediksi lebih ke wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata tanpa menginap,” tutupnya.
Meski demikian, pihak PHRI Kabupaten Bogor tetap optimistis akan terjadi peningkatan jumlah tamu yang menginap hingga akhir masa libur Lebaran tahun ini, seiring masih berlangsungnya periode liburan.
(Pandu)







