Cibinong, SuaraBotim.Com – Ratusan siswa terjaring razia Polres Bogor saat hendak menuju ke Jakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi.
Salah satu orang tua siswa, Ida Safitri, mengaku terkejut setelah mengetahui anaknya ikut dalam rombongan tersebut.
Ida mengungkapkan, awalnya dirinya sudah mewanti-wanti anaknya agar tidak ikut-ikutan aksi tersebut.
“Dari pihak sekolah ada pemberitahuan supaya waspada karena ada aksi ke arah Jakarta. Anak saya sempat bilang tanggal 28 ada rame-rame, tapi saya bilang jangan ikut. Namanya orang tua kan pasti khawatir,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Kamis (28/8/25).
Namun, kata dia, sang anak tetap berangkat sekolah seperti biasa. Ida mulai curiga ketika melihat gelagat anaknya yang berbeda.
“Dia berangkat sekolah, tapi salim sampai dua kali. Saya sudah merasa ada yang aneh,” katanya.
Kecurigaan itu terbukti ketika pihak sekolah melaporkan daftar siswa yang hadir. Nama anak Ida tidak tercatat.
“Saya lihat fotonya dari guru, kok enggak ada anak saya. Saya langsung cari tahu bahkan sampai memantau siaran langsung di media sosial, takutnya ada anak saya di sana. Alhamdulillah enggak kelihatan,” jelasnya.
Lalu, Ida kemudian mendapat kabar dari wali kelas bahwa anaknya dan sejumlah siswa lain telah diamankan di Polres Bogor.
“Saya langsung ke Polres sebelum magrib. Rasanya campur aduk, antara marah dan syok. Tadi pas lihat turun dari angkot, pengen saya gebuk aja, soalnya izinnya sekolah tapi malah ikut begituan,” ucapnya kesal.
“Padahal HP-nya rusak, tapi masih bisa aja dapat info-info soal aksi. Kayaknya lebih baik enggak usah diperbaiki sekalian, biar enggak terulang lagi,” tambahnya.
Diketahui, anak Ida yang duduk di bangku kelas 2 SMK di Salabenda merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.
Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 197 siswa SMK diamankan jajaran Polres Bogor saat hendak menuju Jakarta untuk mengikuti demonstrasi, Kamis (28/8/25).
Ratusan pelajar tersebut terjaring dalam operasi penyekatan yang dilakukan di sejumlah titik di Kabupaten Bogor.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan, sejak pagi pihaknya menurunkan sekitar 250 personel gabungan dari Polres dan Polsek untuk melakukan penyekatan.
Titik pengamanan ditempatkan di jalan tol, jalur arteri, terminal, dan sejumlah stasiun di wilayah Kabupaten Bogor.
“Sejak pagi hingga malam ini, kami sudah mengamankan 197 siswa SMK dari berbagai titik. Mereka sementara ditempatkan di aula Mapolres Bogor untuk dilakukan pembinaan,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com.
(Pandu)







