SUARABOTIM.COM – Tim SAR gabungan menerapkan tiga metode pencarian dalam upaya menemukan satu pemancing yang masih hilang terbawa arus Sungai Cileungsi, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (1/4/2026).
Operasi pencarian ini merupakan lanjutan setelah satu dari dua korban sebelumnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bogor, Yudi menjelaskan, pencarian hari ini dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) dengan metode berbeda.
“Untuk metode pencarian hari ini kita bagi menjadi tiga SRU,” ujar Yudi kepada SuaraBotim.Com, Rabu (1/4/2026).
Ia merinci, SRU pertama yang terdiri dari Basarnas, relawan, dan BPBD Kabupaten Bogor bertugas memasang jaring di bagian hilir sungai dengan jarak sekitar 500 meter dari titik awal kejadian. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila korban terbawa arus lebih jauh.
Sementara itu, SRU kedua yang melibatkan personel Brimob menggunakan metode “blender”, yakni teknik memutar perahu di titik tertentu untuk mengangkat material dari dasar sungai ke permukaan agar memudahkan pencarian.
“Metode blender dilakukan dari perahu dengan cara diputar-putar di beberapa titik agar material di bawah bisa terangkat ke atas,” jelasnya.
Adapun SRU ketiga yang terdiri dari Damkar, BPBD Kabupaten Bogor, serta Brimob melakukan metode penyelaman di sekitar area arus sungai. Penyelaman difokuskan untuk memastikan apakah korban tersangkut atau terjebak di dasar sungai.
“Untuk SRU ketiga, kita lakukan penyelaman di sekitar arus untuk melihat kemungkinan korban tersangkut atau terjebak,” jelas Yudi.
Dalam operasi pencarian ini, sebanyak kurang lebih 50 personel dikerahkan. Area pencarian saat ini difokuskan hingga radius 500 meter dari titik awal kejadian.
Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal agar korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.
(Pandu)







