Sukamakmur, SuaraBotum.Com – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Sukamakmur meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Rawayan yang terletak di Kampung Gunung Batu I, Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, pada Selasa (10/6/2025).
Jembatan ini menjadi penghubung vital antara Kampung Gunung Batu I dan wilayah Gunung Pancaniti yang merupakan sentra perkebunan kopi, pisang, dan sayur-mayur.
Pembangunan jembatan yang dimulai pada 31 Mei 2025 ini dirancang dengan panjang 36 meter dan lebar 1,8 meter dan ditujukan untuk menunjang akses masyarakat dalam kegiatan pertanian dan distribusi hasil panen
Camat Sukamakmur, Bakri Hasan menyatakan, bahwa keberadaan Jembatan Rawayan akan sangat membantu meningkatkan mobilitas dan ekonomi warga, khususnya para petani.
“Pembangunan jembatan ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan aksesibilitas masyarakat, terutama petani kopi, pisang, dan sayur yang berada di wilayah Gunung Pancaniti. Ini akan mempermudah distribusi hasil panen dari kebun ke rumah atau ke gudang,” ujarnya.
Bakri juga menyampaikan, apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Bogor serta kepada TNI yang telah membantu melalui program Karya Bhakti TNI, sehingga jembatan ini bisa dibangun dengan dukungan penuh dari berbagai pihak.
Sementara, Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Bogor Andika Aditisna, yang juga warga asli Sukamakmur, menuturkan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan hasil perjuangan panjang warga. Sebelumnya, jembatan ini hanya berupa bambu dan sempat hanyut akibat banjir besar pada tahun 2017.
“Alhamdulillah, ini adalah hasil dari dorongan masyarakat Desa Sukaharja yang disampaikan kepada Pak H. Ansori Setiawan, anggota DPRD Kabupaten Bogor. Lewat pokir beliau, jembatan ini akhirnya terealisasi,” jelasnya.
“Dulu dibangun dari bambu, sempat rusak, kemudian diperbaiki swadaya dengan bantuan kepala desa, dan kini bisa dibangun permanen,” terusnya.
Jembatan Rawayan ini berada di kawasan pertanian yang cukup produktif. Dengan keberadaan jembatan permanen, warga kini bisa menggunakan sepeda motor untuk mengangkut hasil panen, sehingga mempercepat distribusi dan mengurangi biaya transportasi.
“Ini bukan sekadar jembatan. Ini adalah penghubung ekonomi warga. Kita rencanakan akan ada syukuran atau selametan setelah jembatan selesai, sebagai bentuk rasa syukur atas perjuangan warga yang akhirnya membuahkan hasil,” tutupnya.
(Pandu)







