Gunung Putri, SuaraBotim.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berencana membentuk Koordinator Olahraga Desa (KOD) sebagai wadah pembinaan dan pengembangan berbagai cabang olahraga di tingkat desa.
Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri mengatakan, pembentukan KOD ini bertujuan untuk mengakomodasi minat masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, yang memiliki potensi di bidang olahraga.
Setelah KOD terbentuk, kata dia, pihaknya juga akan membangun Sekolah Sepak Bola (SSB) Desa sebagai langkah awal menjaring bibit atlet.
“Selain sepak bola, kami juga akan fokus pada cabang olahraga yang tidak membutuhkan lapangan besar, seperti tenis meja dan pencak silat. Minat terhadap sepak bola di sini sangat besar, dan kami ingin menjemput potensi tersebut agar muncul bibit atlet dari Desa Gunung Putri,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Selasa (12/8/25).
Daman Huri menambahkan, Desa Gunung Putri sejatinya telah melahirkan atlet berprestasi dunia, seperti Melani, atlet bulu tangkis asal RW 11 yang pernah berlaga di turnamen internasional.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di desa bisa menghasilkan juara dunia. Karena itu, perlu ada lembaga khusus yang menaungi semua cabang olahraga di bawah koordinasi KOD,” jelasnya.
Pembentukan KOD dijadwalkan setelah peringatan HUT RI ke-80. Nantinya, seluruh penggiat olahraga di desa akan dikumpulkan untuk menyusun struktur organisasi dan program kerja.
KOD akan membawahi beberapa cabang olahraga (cabor) yang dibina secara mandiri, tanpa bergantung sepenuhnya pada dana desa.
“Contohnya, untuk pencak silat, awalnya desa memberikan empat kali anggaran untuk pelatih. Setelah itu, menjadi mandiri. Sesudah menjadi mandiri, bisa untuk menggaji pelatih sekaligus mengisi kas. Sehingga, kegiatan tetap berjalan tanpa dukungan terus-menerus dari desa,” terangnya.
Hal serupa juga diterapkan pada sanggar tari yang kini memiliki 64 siswa. Menurut Daman Huri, kemandirian lembaga olahraga dan seni menjadi kunci agar program dapat berkelanjutan.
“Saya pernah bilang saat menjadi narasumber di Jakarta, setiap lembaga yang tidak menumbuhkan perekonomian baru dan tidak menghasilkan pemasukan lambat laun akan mati suri. Karena itu, dukungan dari desa sifatnya sementara. Setelahnya, lembaga harus bisa mandiri,” tegasnya.
Dengan adanya KOD, Pemdes Gunung Putri berharap dapat mencetak lebih banyak atlet berbakat yang mampu mengharumkan nama desa di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Sementara itu, salah satu warga, Aji (34), menyambut baik rencana tersebut yang dinilai untuk mencari bibit atlet dari Desa Gunung Putri.
“Kalau ada KOD, anak-anak di sini bisa punya tempat yang jelas untuk latihan. Semoga nanti disusul dengan fasilitas yang lengkap, supaya mereka bisa berprestasi sampai tingkat nasional,” ungkapnya.
(Pandu)







