Cibinong, SuaraBotim.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kembali meluncurkan program pelatihan kerja gratis bagi masyarakat. Program ini hadir dengan berbagai fasilitas lengkap seperti uang saku harian, makan tiga kali sehari, pakaian pelatihan, hingga tempat tinggal bagi peserta.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal agar siap menghadapi tantangan dunia industri modern.
“Saat ini pelatihan reguler yang berjalan, per satu angkatan hanya 20 orang setiap hari. Jika diefektifkan, maka per bulan bisa menjangkau 40 peserta, dan dalam satu tahun bisa mencapai sekitar 500 orang,”ungkapnya kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (31/5/25).
Program pelatihan kerja ini mencakup 15 jenis keahlian di antaranya otomotif, pengelasan (termasuk bawah air), pembuatan furnitur, serta desain digital.
“Ada 15 item pelatihan. Di setiap gedungnya terdapat lantai khusus untuk kelas digitalisasi yang fokus pada pelatihan desain,” tuturnya.
Seluruh pelatihan diberikan secara gratis, dan peserta hanya perlu menyiapkan KTP, Kartu Keluarga (KK), dan ijazah terakhir sebagai syarat pendaftaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor, Nana Mulyana menjelaskan, bahwa peserta akan menjalani pelatihan intensif selama enam minggu. Setiap peserta juga akan mendapatkan uang saku sebesar Rp30.000 per hari.
“Kalau dikalikan 30 hari, uang saku yang diterima peserta bisa mencapai Rp900.000,” ujarnya.
Tak hanya uang saku, peserta juga mendapatkan makanan tiga kali sehari, camilan, serta seragam pelatihan. Pendaftaran program ini dilakukan secara daring melalui laman resmi Disnaker Kabupaten Bogor.
Meski terbuka untuk semua jenjang pendidikan, proses seleksi tetap diberlakukan mengingat kuota terbatas hanya 20 peserta per pelatihan.
“Kami lakukan seleksi untuk memastikan peserta yang benar-benar membutuhkan dan siap mengikuti pelatihan secara maksimal,” tegasnya.
Dengan adanya program ini, Pemkab Bogor berharap dapat mencetak tenaga kerja terampil, mandiri, dan siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.
(Pandu)







