SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi melantik sebanyak 410 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam sebuah upacara yang digelar di Gedung Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Kamis (9/4/2026).
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Rudy Susmanto dan turut dihadiri oleh jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Bogor.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, total peserta yang dilantik berasal dari berbagai formasi dan jabatan.
“Pada hari ini, Pak Bupati telah melaksanakan pelantikan terhadap kurang lebih 410 orang. Terdiri dari CPNS lulusan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) sebanyak 7 orang, kemudian CPNS formasi tahun 2024 sekitar 342 orang,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com.
Selain pelantikan CPNS, Pemkab Bogor juga melakukan pengukuhan terhadap 30 kepala sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD). Pengukuhan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari penggabungan (merger) sejumlah sekolah di wilayah tersebut.
Tak hanya itu, rotasi juga dilakukan terhadap sekitar 30 kepala sekolah, serta pelantikan satu pejabat dalam jabatan fungsional tertentu.
“Jabatan fungsional tersebut diisi oleh seorang aparatur di lingkungan Sekretariat Daerah, yakni Ibu Sintia sebagai Ahli Kebijakan Pertama,” ungkap Ajat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelantikan CPNS menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan tahapan lanjutan setelah para CPNS menjalani masa percobaan selama kurang lebih satu tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bogor memberikan penekanan khusus kepada para tenaga pendidik yang baru dilantik, terutama terkait pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Investasi terbesar saat ini, baik di Kabupaten Bogor maupun di Indonesia, adalah SDM. Oleh karena itu, integritas menjadi hal paling utama bagi para guru,” tuturnya.
Ia menegaskan, peran guru tidak hanya sebatas mengajar, tetapi juga harus mampu menjadi teladan bagi para siswa.
“Kepala sekolah bukan hanya mengajar, tetapi juga harus menjadi leader. Mereka harus memahami manajemen sekolah, pengelolaan sarana dan prasarana, serta berbagai aspek lain dalam dunia pendidikan,” tutupnya.
(Pandu)







