SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana menambah dua perangkat daerah baru, yakni Dinas Kebudayaan serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang.
Penambahan organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut saat ini telah memasuki tahap persiapan awal, termasuk proses pengisian sumber daya aparatur.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bogor, Yunita Mustika Putri, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan kajian awal untuk pembentukan dua perangkat daerah baru tersebut.
“Untuk dua perangkat daerah yang baru, BKPSDM sudah selesai melakukan kajian. Kemarin kami sudah membuka seleksi terbuka, namun masih dalam tahap uji coba untuk level pelaksana,” ujar Yunita kepada Aktualita.co.id, Senin (22/12/25).
Menurutnya, seleksi terbuka tersebut saat ini tengah memasuki masa pendaftaran sekaligus seleksi administrasi. Proses ini difokuskan untuk mengisi kebutuhan pelaksana pada dua dinas baru tersebut.
“Sekarang ini masih masa pendaftaran sambil dilakukan seleksi administrasi untuk dua dinas, yaitu Dinas Kebudayaan dan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang. Namun sementara ini untuk level pelaksana dulu,” jelasnya.
Setelah proses seleksi selesai, para pelaksana akan ditempatkan sesuai kebutuhan organisasi. BKPSDM juga tengah melakukan pendataan terhadap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bogor yang memiliki talenta dan kompetensi sesuai dengan bidang kebudayaan maupun pertanahan dan tata ruang.
“Kami mendata ASN yang memiliki talenta di bidang kebudayaan. Mungkin ada yang belum mendapatkan informasi seleksi terbuka ini, maka akan kami coba tarik. Prinsipnya, sesuai pesan Rasulullah, serahkan urusan kepada ahlinya agar lebih optimal,” ungkap Yunita.
Terlebih, Yunita juga menyampaikan, jumlah dari ASN secara keseluruhan dari kedua dinas tersebut masih dalam kajian. Namun, pihaknya berperan sebagai pelaksana kebijakan, sementara penetapan struktur dan formasi menjadi kewenangan Bagian Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor.
“Jika sesuai rencana, pada 2 Januari nanti akan dilakukan pengukuhan. Contohnya, di Dinas PUPR ada bidang penataan ruang yang akan dialihkan ke Dinas Pertanahan dan Tata Ruang. Artinya, tidak perlu mencari orang baru, cukup dilakukan pengukuhan,” paparnya.
Meski demikian, Yunita menyebut, detail lengkap mengenai formasi dan struktur akan disampaikan langsung oleh pimpinan daerah.
“Biar kejutannya lebih indah, nanti mungkin Pak Bupati atau Pak Sekda yang menyampaikan secara lengkap,” katanya.
Lebih lanjut, Yunita juga memastikan, mekanisme seleksi pengisian jabatan tetap dilakukan melalui seleksi terbuka.
Untuk saat ini, Pemkab Bogor belum sepenuhnya menggunakan aplikasi Sistem Manajemen Talenta (Si Mantap), meskipun BKPSDM telah meraih penghargaan dalam penerapan manajemen talenta ASN.
“Untuk dua dinas ini masih menggunakan seleksi terbuka. Manajemen talenta sebenarnya sudah semi kami terapkan. Bahkan, kami membuka seleksi terbuka untuk level pelaksana, dan ini jarang dilakukan di daerah lain. Insyaallah, kami satu-satunya di Indonesia,” tegas Yunita.
Ia menambahkan, selama ini pengisian pegawai di dinas baru kerap dilakukan dengan penunjukan langsung atau mutasi internal. Namun, Pemkab Bogor memilih membuka kesempatan seluas-luasnya bagi ASN dari berbagai wilayah.
“ASN dari ujung barat Sukajaya sampai ujung timur boleh mendaftar. Kami buka kesempatan secara adil. Jika masih kurang, kami akan petakan lagi melalui data SIMPEG, termasuk latar belakang pendidikan dan kompetensi,” pungkasnya.
(Pandu)







