Jonggol, SuaraBotim.Com – Memasuki hari keempat, upaya pencarian terhadap Oding (67), warga Kampung Kukun, Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, yang diduga hilang saat mencari besi di aliran Kali Cipamingkis, masih terus dilakukan. Hingga Jumat (6/2/26), korban belum berhasil ditemukan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, menyampaikan bahwa laporan kejadian diterima pada Selasa (3/2/2026) pukul 20.46 WIB dari relawan setempat.
“Pada hari pertama di tanggal 3 Februari 2026, kami melaksanakan esar seputaran titik hilangnya korban. Korban belum ditemukan dan proses pencarian dilanjutkan keesokan harinya,” katanya dalam keterangan, Sabtu (7/2/2026).
Pada hari kedua, kata M Adam, pihaknya beserta rawan melakukan briefing sebelum kegiatan operasi pencarian orang hilang.
“Setelah briefing, kami melaksanakan operasi pencarian menggunakan metode Esar susur darat dan air serta pencarian dengan metode pengarungan menggunakan perahu rafting,” jelasnya.
“Kami juga melakukan metode pencarian dengan alat scuba atau penyelaman. Namun, korban belum bisa ditemukan pada hari kedua dan dilanjutkan keesokan harinya,” kata dia.
Pada hari ketiga, BPBD Kabupaten Bogor beserta relawan lainnya melakukan metode yang sama yaitu esar susur dan air. Namun korban belum juga ditemukan.
Selanjutnya, pencarian hari ke empat pada Jumat (6/2), kembali menggunakan metode esar susur darat dan air.
“Penyusurah dibagi tiga Sru, untuk sru pertama dan sru kedua melakukan penyusuran dari titik 0 sampai bendungan ground sill 2,” jelas dia.
“Untuk sru ketiga, melakukan penyusuran dari bendungan ground sill sampai jembatan Cipamingkis Loji Cibarusah,” lanjut dia.
Namun, pada hari ke empat, Oding belum dapat ditemukan. BPBD Kabupaten Bogor beserta relawan lainnya kembali melakukan pencarian pada Sabtu (7/2).
Diketahui, ciri-ciri korban yang diduga hilang karena hanyut yaitu memakai celana jeans pendek, tidak menggunakan baju dan rambut sudah memutih serta mengalami kebotakan di bagian tengah.
“Korban belum bisa dipastikan hanyut atau jatuh ke sungai dikarenakan kurangnya saksi, hanya ponakan korban yang melihat sendal di pinggir sungai Cipamingkis,” jelasnya.
“Tim TRC BPBD kabupaten Bogor, saat ini bersama tim SAR gabungan sedang melakukan upaya pencarian korban, dari titik yang di duga jatuhnya korban di aliran kali Cipamingkis dan menurut saksi diduga memkliki riwayat darah tinggi,” tutupnya.
(Pandu)







