Cibinong, SuaraBotim.Com – Polres Bogor berhasil menggagalkan potensi bentrokan antara warga Parung Panjang dengan sopir truk tambang pada Kamis (18/9/25) malam.
Keributan sempat hampir pecah akibat sopir truk tambang berniat untuk menunjukkan aksi unjuk rasa dengan cara memarkirkan kendaraan truknya dijalan perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan, pihaknya telah menurunkan personel untuk mengantisipasi situasi agar tidak berujung pada penutupan jalan, seperti yang pernah terjadi pada Desember 2023 lalu.
”Tadi malam indikasinya akan melakukan penutupan jalan seperti pada Desember 2023. Alhamdulillah, personel bisa bergerak cepat ke lokasi sehingga tidak sampai terjadi penutupan jalan, semua tetap lancar sampai hari ini,” ujar AKBP Wikha kepada SuaraBotim.Com, Jumat (19/9/25).
Ia menegaskan, bahwa pihak kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Bogor dan Tangerang telah berkomitmen menjaga kondusifitas wilayah dalam dua hari ke depan. Polres Bogor juga menyiapkan sejumlah pos gabungan di beberapa titik rawan.
“Kami sudah menyiapkan pos gabungan dengan melibatkan Dishub, Satpol PP, Polri, dan TNI. Ke depan, kami akan sama-sama menjaga wilayah agar situasi tetap aman. Selain itu, rencana pertemuan Bupati Bogor dan Bupati Tangerang diharapkan bisa menghasilkan solusi bersama,” jelasnya.
Kapolres menjelaskan, pihaknya masih dilakukan perhitungan teknis untuk penambahan jumlah personil dan menentukan titik-titik yang dijadikan pos gabungan.
“Sekarang sedang dilaksanakan rapat teknis untuk menentukan jumlah personel dan titik-titik pos gabungan, termasuk lokasi kantong parkir. Kami juga terus berkoordinasi dengan Pemkab Tangerang dan Polres Tangerang,” pungkasnya.
(Pandu)







