SUARABOTIM.COM – Upaya pelestarian pencak silat tradisional terus didorong dengan langkah strategis memasukkan silat ke dalam dunia pendidikan formal di Kabupaten Bogor.
Ketua DPD Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Bogor, Dodi Mulya Wibawa mendorong, agar pencak silat dapat masuk ke dalam kurikulum sekolah sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus pembentukan karakter generasi muda.
Menurut Dodi, untuk memperluas jangkauan pencak silat hingga ke masyarakat, khususnya kalangan orang tua dan anak-anak, diperlukan langkah strategis dengan masuk ke lingkungan pendidikan formal.
“Untuk masuk ke dunia orang tua dan masyarakat, kita harus menerobos masuk ke sekolahan. Dari situlah PPSI bisa menyalurkan dan menaungi pencak silat agar berkembang,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (11/4/2026).
Ia menilai, keberadaan pencak silat di sekolah akan menjadi solusi efektif dalam mengenalkan sekaligus melestarikan seni bela diri tradisional, khususnya silat buhun khas Bogor. Namun demikian, upaya tersebut tidak bisa berjalan tanpa dukungan dari pemerintah dan pihak sekolah.
“Kalau tanpa campur tangan pemerintah dan sekolah, akan sulit. Makanya perlu ada kolaborasi agar silat bisa masuk dan diterima sebagai bagian dari pembelajaran,” jelasnya.
Dodi mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan langkah konkret melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Salah satu target utama adalah menjadikan pencak silat sebagai mata pelajaran wajib di sekolah.
“Nantinya kita akan lakukan pendekatan dan menjalin MoU dengan Dinas Pendidikan. Harapannya, silat buhun khususnya di Bogor bisa menjadi pelajaran wajib di sekolah. Itu target saya,” tegasnya.
Dengan masuknya pencak silat ke dunia pendidikan, diharapkan nilai-nilai budaya, moral, dan spiritual yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan kepada generasi muda serta memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.
(Pandu)







