SUARABOTIM.COM – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa Pramuka Jawa Barat akan memperkuat program mitigasi bencana menyusul meningkatnya jumlah bencana alam di wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Herman, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, usai melantik jajaran pengurus Pramuka Kabupaten Bogor periode 2025–2030, Kamis (11/12/25).
Herman mengatakan bahwa Pramuka Jawa Barat kini dihadapkan pada tugas besar dalam menghadapi situasi kebencanaan yang terus meningkat.
“Sebagaimana arahan Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi, kita fokus untuk membantu bencana alam dan lingkungan yang saat ini terjadi,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com.
Menurutnya, hingga November 2025, Jawa Barat telah mencatat 1.432 kejadian bencana, yang didominasi banjir dan longsor. Bencana tersebut mengakibatkan 75 korban jiwa, 600 ribu warga terdampak, serta lebih dari 15 ribu rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi.
Ia menambahkan bahwa beberapa daerah seperti Bandung, Bandung Barat, Karawang, dan Subang saat ini masih berada dalam tahap pemulihan pascabencana.
“Itu yang menjadi konsen kita semuanya. Kami juga sedang mempersiapkan sinergi dengan semua pihak,” ucapnya.
Selain memperkuat mitigasi bencana di wilayah Jawa Barat, Pramuka Jabar juga menyiapkan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk membantu proses relokasi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Tak hanya itu, Pramuka Jawa Barat turut membuka open donasi untuk membantu korban bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Yang terkumpul dari 27 Kwarcab bersama Kwarda akan kita kirimkan langsung ke Aceh. Kita akan buka posko di lokasi yang paling berat di sana dan ada perwakilan dari Kwarda serta Kwarcab untuk membantu warga kita yang ada di Aceh,” tutupnya.
(Pandu)







