Cibinong, SuaraBotim.Com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karadenan 01 yang berlokasi di Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, diduga menjadi korban aksi perampokan pada Senin (16/2/2026).
Sejumlah barang inventaris sekolah dilaporkan hilang, mulai dari komputer, tablet bantuan pemerintah, hingga perangkat elektronik lainnya dengan total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Humas SDN Karadenan 01, Robi, mengatakan pihak sekolah pertama kali mengetahui kejadian tersebut saat menerima informasi adanya pembobolan di area sekolah. Saat peristiwa terjadi, kondisi sekolah sedang tidak dijaga karena kepala sekolah sedang izin sakit.
“Untuk kronologi awalnya kami kurang tahu pasti, karena kebetulan saat itu sekolah tidak ada yang berjaga. Kepala sekolah juga sedang izin karena kurang enak badan,” ujar Robi saat dikonfirmasi SuaraBotim.Com melalui pesan singkat WhatsApp.
Dari hasil pengecekan rekaman CCTV, terlihat dua orang masuk ke area sekolah. Namun, tanggal pada rekaman tidak sinkron sehingga menyulitkan penentuan waktu kejadian secara pasti.
“Ada satu kamera CCTV yang aktif mengarah ke ruang komputer. Terlihat dua orang masuk. Awalnya mereka mengarah ke ruang kepala sekolah, tapi karena mungkin kesulitan, akhirnya masuk lewat ruang komputer,” jelasnya.
Meski demikian, wajah pelaku tidak terlihat jelas karena menggunakan topi dan masker. Beberapa kamera CCTV lain di area sekolah dilaporkan tidak aktif.
Robi menduga, pelaku memiliki pengetahuan teknis, terutama terkait jaringan dan kabel. Pasalnya, sejumlah kabel berhasil dilepas dengan rapi meski jumlahnya cukup banyak dan rumit.
“Kemungkinan pelakunya paham soal IP atau jaringan, karena untuk mencabut kabel-kabel itu tidak mudah,” ucapnya.
Berdasarkan pendataan sementara, sejumlah ruangan menjadi sasaran pelaku, yakni ruang komputer, ruang kepala sekolah, ruang guru, dan dapur sekolah.
Di ruang komputer, sebanyak 24 unit komputer dilaporkan hilang. Selain itu, sekitar 60 unit tablet bantuan pemerintah yang disimpan di lemari sekolah juga raib.
“Di ruang komputer ada sekitar 24 unit komputer. Tablet bantuan pemerintah kurang lebih 60 unit juga hilang,” ungkap Robi.
Sementara itu, di ruang kepala sekolah, tiga unit sound system dan satu unit infocus turut dibawa kabur. Di ruang guru, satu unit TV LED dan infocus, termasuk milik pribadi guru, juga dilaporkan hilang. Tabung gas di ruang dapur pun tak luput dari sasaran.
Pihak sekolah memperkirakan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Jika satu unit komputer ditaksir sekitar Rp5 juta, maka dari 24 unit saja kerugian bisa mencapai Rp120 juta. Ditambah puluhan tablet dan perangkat elektronik lainnya, nilai kerugian diperkirakan jauh lebih besar.
Melihat banyaknya barang yang diambil, pihak sekolah menduga pelaku menggunakan kendaraan roda empat.
“Kemungkinan pakai mobil, karena barang yang diambil cukup banyak. Proses mengangkutnya juga pasti memakan waktu lama,” ujarnya.
Di lokasi kejadian, ditemukan sejumlah barang yang diduga milik pelaku, seperti cutter, palu yang sudah tumpul, dan pisau yang tertinggal di meja ruang komputer. Pada beberapa permukaan, termasuk pintu dan TV LED yang sempat hendak dibawa, ditemukan bekas sidik jari berminyak.
Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Aparat dari Polres Bogor dan Polsek Cibinong telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pengambilan sidik jari.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cibinong, AKP Yunli membenarkan, adanya laporan tersebut.
“Menurut keterangan kepala sekolah YR, sekitar pukul 05.00 WIB ada informasi dari satpam HS bahwa sekolah dibobol dan komputer hilang. Setelah dicek, ternyata benar,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan laporan awal, sebanyak 22 unit komputer dinyatakan hilang dan pelaku diduga masuk dengan cara menjebol pintu depan sekolah.
“Pelaku masuk lewat pintu depan yang dijebol. Korban sudah melapor ke Polres Bogor,” pungkasnya.
Hingga kini, kasus dugaan perampokan di SDN Karadenan 01 Cibinong tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
(Pandu)







