Cibinong, SuaraBotim.Com – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bogor menyiapkan program pelatihan kerja bagi masyarakat pencari kerja di 20 dari total 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.
Program ini difokuskan pada dua jenis pelatihan, yakni konten kreator dan bahasa Jepang, sebagai upaya menekan angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja di sektor informal maupun formal.
Kepala Disnaker Kabupaten Bogor, Nana Mulyana, mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab perubahan tren dunia kerja, di mana lapangan kerja sektor formal semakin terbatas.
“Pelatihan ini bukan hanya diarahkan ke sektor formal, tetapi juga ke sektor informal. Saat ini sektor formal sudah berkurang, sehingga kita dorong pengangguran agar bisa berdaya di sektor informal, salah satunya menjadi konten kreator,” kata Nana kepada SuaraBotim.Com, Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, pelatihan konten kreator sangat relevan dengan kondisi saat ini. Peserta tidak hanya diajarkan menikmati media sosial seperti Facebook Pro, YouTube, dan TikTok, tetapi juga didorong untuk mampu memproduksi konten secara mandiri.
“Konten kreator itu sektor informal. Pesertanya menjadi artis sendiri, sutradara sendiri, produser sendiri, editor sendiri. Ini sangat bermanfaat dan memiliki potensi ekonomi,” ujarnya.
Untuk tahap awal, Disnaker menyiapkan 20 paket pelatihan yang akan dilaksanakan di 20 kecamatan, dengan masing-masing paket diikuti oleh 20 peserta. Total sebanyak 400 peserta akan mengikuti pelatihan konten kreator.
Peserta akan difasilitasi oleh pihak kecamatan melalui kasi pemberdayaan masyarakat, dengan mengacu pada database pengangguran yang dimiliki Disnaker.
Peserta merupakan perwakilan desa dan diprioritaskan bagi pengangguran yang telah memiliki telepon genggam atau Handphone (HP).
“Pelatihannya kita jemput bola. Bukan di hotel, tapi kita datang langsung ke kecamatan atau tempat yang ditentukan pihak kecamatan. Durasi pelatihan selama 10 hari atau dua minggu, lima hari kali dua,” jelas Nana.
Ia mengakui, dari total 40 kecamatan, baru 20 kecamatan yang terakomodir karena keterbatasan anggaran. Namun, program ini akan dilaksanakan secara bertahap ke depannya.
Selain konten kreator, Disnaker Kabupaten Bogor juga menyiapkan pelatihan bahasa Jepang melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Pelatihan ini diperuntukkan bagi pencari kerja yang siap bekerja di Jepang.
“Untuk bahasa Jepang, kita siapkan dua paket, masing-masing 20 orang. Total 40 peserta. Pelatihannya mencakup bahasa, caregiver, dan housekeeping, dengan durasi maksimal enam bulan,” ungkap Nana.
Lebih lanjut, kata Nana, pihaknya akan bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang memiliki legalitas lengkap, job order, serta kerja sama resmi dengan perusahaan di Jepang. Seluruh peserta akan difasilitasi asrama dan ruang kelas di BLK.
Pelatihan bahasa Jepang ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun setelah penyesuaian APBD. Nana menargetkan pada tahun 2026, total peserta pelatihan dari BLK dan pelatihan tenaga kerja mandiri mencapai 1.000 orang.
Nana menegaskan, pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menekankan pada keterampilan, keahlian, dan kompetensi peserta agar mampu bersaing di pasar kerja.
“Kami ingin peserta tidak hanya tahu dan paham, tapi benar-benar terampil, ahli, dan kompeten. Sehingga siap bersaing baik di sektor formal maupun informal,” pungkasnya.
(Pandu)







