SUARABOTIM.COM – Seorang bocah perempuan berinisial SS (6), yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Cianten, Kampung Cirangkong, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, akhirnya berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian, Sabtu (6/6/2026).
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar satu kilometer dari titik awal diduga tenggelam, tepatnya di area sekitar galian pasir.
Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jalaludin, mengatakan operasi pencarian hari kedua dimulai sejak pagi hari.
“Tim SAR gabungan berangkat dari Mako BPBD Kabupaten Bogor pada pukul 07.40 WIB dan melaksanakan operasi pencarian mulai pukul 08.30 WIB hingga 12.30 WIB,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com.
Korban initial SS (6) warga Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian korban mengenakan baju berwarna abu-abu dan celana merah, dengan ciri-ciri berkulit sawo matang.
Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan melakukan penyisiran darat serta pemantauan di sejumlah titik aliran Sungai Cianten.
Sejumlah peralatan pendukung juga dikerahkan, di antaranya perahu karet lengkap, alat water rescue, perlengkapan selam, serta kantong jenazah.
Pada hari pertama pencarian, Jumat (5/6), korban belum berhasil ditemukan sehingga operasi SAR dihentikan sementara dan dilanjutkan keesokan harinya.
Jalal menyebut, tim SAR gabungan mendapatkan informasi melalui masyarakat adanya temuan korban yang tidak jauh dari titik lokasi.
“Korban ditemukan oleh warga di sekitar lokasi galian pasir dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 10.13 WIB, dengan jarak kurang lebih satu kilometer dari titik awal korban tenggelam,” jelas Jalaludin.
Setelah proses identifikasi, pihak keluarga memastikan identitas korban dan menyatakan status A1 atau teridentifikasi pada pukul 10.43 WIB. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama ketika debit air dan arus sedang tinggi.
(Pandu)







