SuaraBotim.Com — Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan (Dapil) 2, H. Achmad Fathoni, turun langsung ke lapangan untuk melihat progres program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang mulai direalisasikan di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Senin (15/12/2025).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD sekaligus dorongan agar program Rutilahu benar-benar menyasar warga yang membutuhkan. Fathoni menyebut, program yang diajukan sejak Oktober hingga November 2025 itu berjumlah 50 unit dan tersebar di enam kecamatan, dengan Kecamatan Gunung Putri sebagai penerima terbanyak, yakni sekitar 22 unit.
“Hari ini kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan rumah-rumah yang diajukan memang layak menerima bantuan dan pengerjaannya sudah berjalan. Salah satunya di Desa Cicadas,” kata Fathoni kepada SuaraBotim.Com.
Menurutnya, keterlibatan dewan di lapangan penting agar pembangunan tidak hanya berpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menyentuh wilayah pinggiran dan masyarakat bawah.
“Kami tidak ingin pembangunan hanya dirasakan di kota, seperti taman, gapura, atau trotoar. Pemerataan pembangunan itu penting, dan Rutilahu menjadi salah satu indikator kesejahteraan masyarakat. Jika masih banyak rumah tidak layak huni, berarti kehadiran pemerintah daerah masih sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Fathoni juga menyoroti masih tingginya jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Bogor yang mencapai belasan ribu unit. Karena itu, DPRD bersama DPKPP, sesuai arahan Bupati, terus mendorong agar persoalan Rutilahu memiliki target penanganan yang jelas.
“Harapannya, pada 2026–2027 persoalan Rutilahu ini bisa dituntaskan. Kami tidak hanya menerima laporan, tapi juga turun langsung untuk menyerap aspirasi masyarakat agar program ini tepat sasaran,” jelasnya.
Salah satu penerima manfaat, Ibu Odah, warga Kampung Bojong, RT 01/RW 15, Desa Cicadas, mengaku bersyukur rumahnya mulai dibangun melalui program tersebut.
“Saya terima kasih banget. Anak saya yang sebelumnya tidak punya kamar, sekarang mau dibuatkan kamar untuk tidur. Alhamdulillah, sekarang sudah mau dibikinin. Ini rencananya kamar untuk anak saya yang laki-laki, dan bagian ini dapur,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan doa agar para pihak yang memperjuangkan program tersebut terus diberikan kesehatan dan keberkahan.
“Doa terbaik dari saya, semoga selalu sehat, terus diberi keberkahan, dan tetap kuat berjuang untuk masyarakat. Kalau dalam perjuangannya ada yang kurang tepat, semoga selalu diingatkan,” tuturnya.
(Arsyit Syarifudin)







