Cibinong, SuaraBotim.Com – Sebuah masjid megah dengan konsep arsitektur unik berdiri di Jalan Kayu Manis, RT 02 RW 01, Cibinong, Kabupaten Bogor. Masjid yang diberi nama Masjid At-Taqwa ini telah menjalani proses renovasi total selama 2 tahun 6 bulan dan mulai difungsikan sejak awal Ramadan 2025 lalu.

Menurut pengurus masjid, Murdiyanto (52) pembangunan masjid dilakukan atas kesepakatan warga karena kondisi bangunan sebelumnya sudah tidak layak.
“Tadinya sudah ada masjid, tapi keadaannya sudah tidak bagus. Akhirnya diputuskan oleh masyarakat untuk dibangun ulang,” ujarnya.
Masjid At-Taqwa dibangun dengan konsep desain yang menggambarkan gerakan sujud dalam salat. Desain tersebut merupakan hasil kerja sama antara ketua pembangunan, kontraktor, dan arsitek.
“Konsepnya lipatan-lipatan yang menyerupai orang bersujud, itu filosofi utamanya,” jelas Murdiyanto.
Bangunan utama menggunakan material bata merah dan telah dirancang tahan gempa hingga skala 7 SR.
“Kecuali bagian depan, itu pakai semacam karet berbusa yang ditempel satu per satu, kelihatan seperti bata merah tapi bukan,” terangnya.
Menariknya, pembangunan masjid ini sepenuhnya dibiayai melalui swadaya masyarakat, tanpa bantuan dari instansi pemerintah atau penggalangan dana di jalan.
“Kami tidak membuat proposal, tidak minta di jalan. Siapa pun yang ingin bersedekah langsung datang ke masjid,” tegas Murdiyanto.
Masjid At-Taqwa berdiri di atas lahan seluas 1.500 meter persegi, termasuk area parkir. Kapasitas masjid diperkirakan mampu menampung hingga 800 jamaah baik di lantai atas maupun bawah.
“Kapasitas jamaah sekarang meningkat drastis. Dulu hanya 3 saf, sekarang bisa sampai 6 saf saat Magrib, belum termasuk jamaah perempuan dan yang hanya mampir karena lokasinya di pinggir jalan,” ujar Murdiyanto.
Masjid ini juga dilengkapi dengan ruang jenazah yang bisa digunakan warga untuk memandikan, mengafani, dan menyalatkan jenazah. Ke depannya, pengurus masjid berencana menambah fasilitas ambulans untuk melengkapi pelayanan sosial keagamaan.
Pembangunan masjid ini dikerjakan oleh kontraktor profesional dari PT Isawani Karya yang berdomisili di Bandung. Namun, warga sekitar tetap terlibat dalam proses gotong royong saat dibutuhkan.
“Kalau ada pekerjaan berat atau ramai, masyarakat tetap bantu. Tapi keseluruhan proyek diserahkan ke kontraktor,” tutupnya.
Sementara itu, salah satu warga sekitar, Saiful, mengaku bangga dengan hadirnya Masjid At-Taqwa yang kini menjadi ikon baru lingkungan.
“Alhamdulillah, masjid ini bukan cuma indah, tapi juga jadi pusat kegiatan warga. Mudah-mudahan selalu ramai dan bermanfaat untuk semuanya,” ucap Saiful.
(Pandu)







