Tuesday, September 15, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Pendidikan

Warga Bojong Kulur Butuh SMP Negeri, H. Achmad Fathoni Minta Pemerintah Segera Bertindak

by Yudi
February 20, 2025
in Suara Pendidikan
0
Warga Bojong Kulur Butuh SMP Negeri, H. Achmad Fathoni Minta Pemerintah Segera Bertindak
Share on FacebookShare on Twitter

Gunung Putri, SuaraBotim.Com _ Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, H. Achmad Fathoni kunjungi tempat rencana pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Kamis (20/2/25).

Menurutnya, keberadaan SMPN di Bojong Kulur sangat dinantikan oleh masyarakat. Hal tersebut menyusul tingginya jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) di wilayah Bojong Kulur, sementara SMP negeri masih belum tersedia.

READ ALSO

Tingkatkan Indeks Pendidikan, Solusi Bangun Indonesia Salurkan Beasiswa ‘BISA PISAN’ untuk 500 Pelajar di 9 Desa

‎270 Siswa Jadi Angkatan Pertama Sekolah Rakyat Permanen Jasinga

“ Sebelumnya memang sempat ada rencana pembangunan SMA, tetapi ada penolakan. Saat ini, SMA sudah tersedia di Ciangsana, sedangkan Bojong Kulur yang memiliki jumlah penduduk terbesar di Gunung Putri masih belum memiliki SMP negeri. Kehadiran SMPN di sini sangat ditunggu,” ujarnya kepada SuaraBotim.com.

Ia meyebut dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) terakhir, Kepala Desa Bojong Kulur kembali mengusulkan pembangunan SMP negeri. Dirinya bersama Amin Sugandi menghadiri pertemuan tersebut dan langsung meminta Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) untuk menindaklanjuti usulan tersebut.

Menurutnya, kendala utama dalam realisasi pembangunan sekolah adalah persyaratan lahan minimal 7.000 meter persegi. Saat ini, sudah tersedia lahan seluas 3.500 meter persegi beserta bangunannya yang dapat digunakan untuk pendidikan.

“Kapasitas 7.000 meter persegi itu untuk menampung kelas maksimal, tetapi jika hanya untuk mengurangi antrean siswa dari Bojong Kulur, hal ini bisa disesuaikan,” ungkapnya.

“Kami mendorong agar sekolah ini segera beroperasi. Bappedalitbang harus segera menindaklanjuti, dan kepala desa juga perlu mendorong secara administrasi,” sambungnya.

Fathoni menambahkan, bahwa Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor telah meninjau lokasi yang diusulkan. Saat ini, pihaknya sedang menunggu kajian dan perencanaan dari pemerintah daerah.

“Kami berharap operasional sekolah bisa dimulai pada tahun ajaran baru mendatang. Namun, kami tetap menyerahkan keputusan kepada dinas terkait. Yang jelas, sudah ada lampu hijau, tinggal menentukan kapan teknisnya bisa dimulai,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Desa Bojong Kulur, Takih mengungkapkan, bahwa pihak kecamatan telah diminta menyiapkan dokumen kajian terkait kesiapan sekolah negeri di Bojong Kulur. Jika SMPN 5 tidak bisa beroperasi tahun ini, mereka tetap berupaya semaksimal mungkin agar terealisasi secepatnya.

“Menurut informasi terakhir, kami akan mendorong sekolah jarak jauh terlebih dahulu. Alhamdulillah, SDN 04 sudah siap untuk menjadi lokasi sementara. Kepala sekolah SDN 04 juga telah menyatakan kesiapan, dan jika memang dilaksanakan tahun ini, maka kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung pada sore hari,” jelasnya.

Takih menambahkan, bahwa kebutuhan SMP negeri di Bojong Kulur sangat mendesak, mengingat saat ini terdapat 13 SD di wilayah tersebut, sementara semua SMP yang ada merupakan sekolah swasta. Dari analisa yang dilakukan, sekitar 750 siswa akan lulus SD tahun ini, sementara SMPN 3 Ciangsana hanya mampu menampung sekitar 100 siswa. Sisanya harus mencari sekolah swasta yang biayanya cukup tinggi.

“Sistem zonasi juga menjadi kendala bagi anak-anak kami. Karena tidak ada SMP negeri di Bojong Kulur, mereka harus bersaing masuk ke SMP negeri di daerah lain. Itulah sebabnya kami mendorong agar SMPN 5 Bojong Kulur segera terealisasi. Kami juga mendapat dukungan dari Pak Dewan Achmad Fathoni agar Disdik serius memperjuangkan sekolah ini,” katanya.

Salah satu warga setempat Agung juga menyampaikan, harapannya agar tahun 2025 sudah ada aktivitas belajar di SMPN 5 Bojong Kulur. Dirinya mengungkapkan bahwa banyak lulusan SD yang kesulitan mendapatkan sekolah negeri akibat keterbatasan kuota di SMPN 3 Ciangsana.

“Harapan kami, tahun 2025 sudah ada realisasi. Warga sangat membutuhkan sekolah negeri di sini karena selama ini kuota selalu penuh dan anak-anak harus mencari sekolah swasta yang biayanya mahal. Bangunan sekolah sudah ada, tinggal direnovasi dan segera digunakan,” tutupnya.

 

(pandu maulana)

Tags: Achmad FathoniBojong KulurSMP Negeri

Related Posts

Tingkatkan Indeks Pendidikan, Solusi Bangun Indonesia Salurkan Beasiswa ‘BISA PISAN’ untuk 500 Pelajar di 9 Desa
Suara Pendidikan

Tingkatkan Indeks Pendidikan, Solusi Bangun Indonesia Salurkan Beasiswa ‘BISA PISAN’ untuk 500 Pelajar di 9 Desa

August 24, 2026
‎270 Siswa Jadi Angkatan Pertama Sekolah Rakyat Permanen Jasinga
Suara Pendidikan

‎270 Siswa Jadi Angkatan Pertama Sekolah Rakyat Permanen Jasinga

August 21, 2026
Renovasi SDN 01 Cileuksa Diresmikan, Jaro Ade Soroti Pentingnya Investasi Pendidikan
Suara Pendidikan

Renovasi SDN 01 Cileuksa Diresmikan, Jaro Ade Soroti Pentingnya Investasi Pendidikan

August 14, 2026
Mathla’ul Anwar Rayakan Milad ke-110 di Kabupaten Bogor, Tegaskan Komitmen Perkuat Peran di Masyarakat
Suara Pendidikan

Mathla’ul Anwar Rayakan Milad ke-110 di Kabupaten Bogor, Tegaskan Komitmen Perkuat Peran di Masyarakat

August 12, 2026
Pasca Banjir, Siswa SMP Insani Sorkam Belajar di Kelas Darurat
Suara Pendidikan

Pasca Banjir, Siswa SMP Insani Sorkam Belajar di Kelas Darurat

August 10, 2026
Penanganan Anjal di Kabupaten Bogor: Dinsos Lakukan Penertiban hingga Reunifikasi Keluarga
Suara Pendidikan

Jelang MPLS, Sekolah Rakyat Jasinga Krisis Air Bersih

August 10, 2026
Next Post
Bupati Bogor Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Bangun Kabupaten Bogor dalam Paripurna Pertama

Bupati Bogor Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Bangun Kabupaten Bogor dalam Paripurna Pertama

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Lagi, KPK Obok-obok Bogor Istimewa, Kakantah ATR/BPN Bogor 1 Terjaring OTT Dugaan Pengurusan HGB
  • ATR/BPN Kabupaten Bogor I Dikabarkan Kena OTT KPK, Begini Kondisi di Lokasi
  • Mendengar Mendongeng di Taman Siliwangi, Cara Pemkab Bogor Ciptakan Ruang Ramah Anak
  • Kali Cikuda Menghitam Berhari-hari, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Dugaan Limbah Perusahaan
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?