SUARABOTIM.COM _ Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mulai melaksanakan uji coba aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 secara luring dan daring dari Command Center Tikomdik Kantor Disdik Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (8/5/26).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto mengatakan, uji coba aplikasi tersebut merupakan langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menghadirkan layanan pendidikan yang mudah diakses, tertata, dan tepat sasaran bagi calon peserta didik di seluruh wilayah Jawa Barat.
“Ini adalah upaya untuk menghadirkan layanan pendidikan yang mudah, tertata, dan tepat sasaran bagi calon murid di Jawa Barat,” ujar Purwanto.
Purwanto menjelaskan, uji coba tahap pertama dilakukan secara terbatas dengan melibatkan perwakilan dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Setiap daerah mengirimkan perwakilan sebanyak satu hingga dua orang dari setiap sekolah tingkat SMP maupun MTs.
“Hari ini akan dilaksanakan uji coba untuk seluruh kabupaten/kota dengan skala terbatas. Peserta uji coba dari setiap kabupaten/kota hanya terdiri dari 1–2 orang per sekolah, baik dari SMP maupun MTs,” jelasnya.
Menurutnya, simulasi tersebut dilakukan guna memastikan aplikasi SPMB 2026 mudah dipahami dan mudah digunakan oleh masyarakat maupun pihak sekolah saat proses penerimaan murid baru berlangsung nanti.
“Sebuah aplikasi yang baik harus mudah dipahami, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan kita. Kalau ternyata masih sulit digunakan, berarti ada hal-hal yang harus diperbaiki,” ungkap Purwanto.
Disdik Jabar menargetkan seluruh lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat dapat terdata melalui aplikasi tersebut. Berdasarkan data Disdik Jabar, terdapat sekitar 826 ribu lulusan SMP dan MTs yang nantinya akan mengikuti proses pemetaan pendidikan menengah di Jawa Barat.
“Seluruh siswa SMP dan MTs di Provinsi Jawa Barat harus mengisi aplikasi ini agar semuanya terekam, terdata, dan dapat dipetakan dengan baik,” katanya.
Melalui aplikasi SPMB 2026 tersebut, para siswa akan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, SMK, MA maupun pendidikan lainnya sesuai pilihan dan pemetaan yang tersedia.
Purwanto menambahkan, hasil uji coba tahap pertama akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan sistem sebelum diterapkan secara luas pada pelaksanaan SPMB mendatang.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta uji coba aktif memberikan masukan, termasuk terkait kendala teknis yang ditemukan selama proses simulasi berlangsung.
“Ketelitian, keseriusan, serta partisipasi aktif sangat kami harapkan. Semua ini demi kebaikan anak-anak kita dan kemajuan pendidikan di Provinsi Jawa Barat,” tuturnya.
Sementara itu, peluncuran sosialisasi SPMB 2026 dan program SPMB Sekolah Maung dijadwalkan berlangsung pada 18 Mei 2026 mendatang.
(Pandu)







