SUARABOTIM.COM – Banjir yang melanda kawasan Perumahan Griya Bukit Jaya (GBJ), Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor pada Desember 2025 lalu menjadi salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Warga menyebut ketinggian air saat itu bahkan mencapai sekitar 1,5 meter dan merendam puluhan rumah.
Ketua Forum Komunikasi RW se-Griya Bukit Jaya (GBJ), Jumadi mengatakan, banjir besar tersebut tidak terlepas dari pesatnya perkembangan kawasan permukiman yang menyebabkan meningkatnya debit air.
“Yang paling parah itu terjadi pada Desember 2025 lalu. Lingkungan terus berkembang, yang dulu masih banyak lahan kosong sekarang sudah menjadi perumahan. Hal itu membuat debit air semakin besar,” ujar Jumadi kepada SuaraBotim.Com, Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan, berdasarkan hasil survei bersama yang dilakukan di sejumlah titik saluran air, ditemukan beberapa kondisi drainase yang sudah mengalami kerusakan.
“Tadi saat survei kami juga menemukan ada saluran yang mulai longsor. Kondisi itu tentu harus segera dibenahi agar tidak memperparah banjir,” jelasnya.
Jumadi menegaskan, warga di kawasan Griya Bukit Jaya yang terdiri dari 10 RW berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah penanganan agar banjir tidak kembali terjadi.
“Harapan warga tentu banjir tidak terjadi lagi. Tapi minimal ke depan dampaknya bisa jauh berkurang,” ucapnya.
Ia juga berharap DPRD Kabupaten Bogor bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) dapat segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan banjir di wilayah tersebut.
“Kami berharap DPRD bersama disperkim bisa segera mencari solusi dan menuntaskan persoalan banjir di wilayah kami,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, saat banjir besar pada Desember 2025 lalu, ketinggian air bahkan mencapai sekitar 1,5 meter dan merendam puluhan rumah warga.
“Ada sekitar 20 rumah yang terendam hingga 1,5 meter. Kalau yang ketinggiannya di bawah itu jumlahnya bisa mencapai ratusan rumah,” ungkapnya.
Menurutnya, banjir tersebut berdampak pada sedikitnya empat RW di kawasan perumahan Griya Bukit Jaya. Meski sebelumnya wilayah tersebut juga pernah mengalami banjir, namun tidak separah yang terjadi pada akhir tahun lalu.
“Yang terdampak sekitar empat RW. Sebelumnya memang pernah terjadi banjir, tapi tidak separah yang Desember kemarin,” katanya.
Ia menduga banjir dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari berkurangnya daya resap air di kawasan hulu hingga kondisi saluran air yang mengalami penyempitan dan kerusakan.
“Kemungkinan dari hulu resapannya sudah berkurang, kemudian di beberapa titik saluran juga terjadi penyempitan dan longsor. Itu yang akhirnya menyebabkan banjir,” pungkasnya.
(Pandu)







