SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar pameran artefak Rasulullah SAW dan para sahabat selama bulan suci Ramadan di Gedung Laga Satria, kawasan Gelora Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang edukasi sejarah Islam, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian pelaku UMKM lokal.
Rieke Iskandar yang berperan sebagai ketua panitia memparkan jika persiapan kegiatan tersebut saat ini telah mencapai tahap akhir.
“Persiapan sudah final, 99 persen. Sore ini dibuka soft opening,” ujarnya pria yang kerap disapa Akew kepada SuaraBotim.Com, Kamis (19/2/26).
Akew menyebut pada hari pertama pembukaan, pengunjung yang datang setelah salat tarawih tetap akan diterima. Namun, untuk hari-hari berikutnya, pameran dibuka mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.
“Hari ini soft opening, besok akan diresmikan oleh Pak Bupati setelah ba’da Jumat,” katanya.
Dalam pameran tersebut terdapat sekitar 60 artefak yang dipamerkan kepada masyarakat. Di antaranya kiswah (kain penutup Ka’bah), peninggalan Rasulullah SAW seperti rambut dan jenggot, serta berbagai benda bersejarah lainnya.
Akew mengakui tidak dapat menjelaskan secara rinci satu per satu koleksi yang dipamerkan. Namun Ia memastikan seluruh artefak yang ditampilkan memiliki nilai sejarah Islam yang tinggi dan menjadi daya tarik utama selama Ramadhan.
Menurut Akew, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mempelajari sejarah Rasulullah SAW dan perjalanan panjang peradaban Islam yang telah berlangsung lebih dari 1.400 tahun.
“Bagi sebagian orang mungkin merasa rindu, ingin lebih dekat, ini bisa menjadi momen untuk memperkuat keimanan,” jelasnya.
Selain sebagai sarana edukasi, kata dia, pameran ini juga menjadi ajang spiritual bagi masyarakat. Ada yang datang untuk mencari pengetahuan sejarah, memperdalam keimanan, hingga bertabaruk atau mengharapkan keberkahan.
Untuk diketahui, Pameran artefak Rasulullah SAW di Laga Satria ini dibuka secara gratis untuk masyarakat umum selama bulan Ramadan. Namun, panitia membatasi jumlah pengunjung di dalam ruangan maksimal 40 orang per sesi demi menjaga kenyamanan.
“Nanti kalau sudah 40 orang, kita tutup dulu. Setelah ada yang keluar, baru kita masukkan lagi secara bergantian,” tutup Akew.
(Pandu)







