SUARABOTIM.COM – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 7.791 jiwa di enam kecamatan dan tujuh desa mengalami kekeringan atau kesulitan mendapatkan air bersih.
Sebagai upaya penanganan, BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan 85.000 liter air bersih secara bertahap kepada warga terdampak sejak 10 Juni hingga 7 Juli 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani mengatakan, pendistribusian air bersih dilakukan berdasarkan laporan dari pemerintah desa yang mengalami krisis air akibat kemarau.
“Selama periode tersebut, BPBD Kabupaten Bogor telah mendistribusikan total 85.000 liter air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau,” kata Adam kepada SuaraBotim.com, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Citeureup, Nanggung, Babakan Madang, Jonggol, Sukajaya, dan Sukaraja, dengan total tujuh desa yang menerima bantuan distribusi air bersih.
Penyaluran bantuan diawali pada 10 Juni 2026 di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, dengan volume 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan 517 jiwa.
Dua hari kemudian, tepatnya 12 Juni 2026, BPBD kembali menyalurkan 5.000 liter air bersih ke Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, yang saat itu dihuni 217 jiwa terdampak kekeringan.
Distribusi air bersih terus dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. Pada 13 Juni, bantuan sebanyak 5.000 liter disalurkan ke Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, untuk 137 kepala keluarga atau 443 jiwa.
Selanjutnya, 17 Juni, BPBD kembali mengirimkan 5.000 liter ke Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, yang kali ini menjangkau 90 kepala keluarga atau 273 jiwa.
Pada 21 Juni, distribusi dilakukan ke dua wilayah sekaligus. Sebanyak 5.000 liter air bersih dikirim ke Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol, bagi 41 kepala keluarga atau 203 jiwa, sementara 10.000 liter lainnya disalurkan ke Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, untuk 327 kepala keluarga atau 1.000 jiwa.
Sehari berikutnya, 22 Juni, BPBD menyalurkan 10.000 liter air bersih ke Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, yang dimanfaatkan oleh 266 kepala keluarga atau 1.127 jiwa.
Kemudian pada 23 Juni, distribusi kembali dilakukan ke Desa Parakan Muncang sebanyak 5.000 liter untuk 95 kepala keluarga atau 512 jiwa.
Memasuki Juli, kebutuhan air bersih masih tinggi. Pada 6 Juli, BPBD mengirimkan 10.000 liter ke Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, bagi 120 kepala keluarga atau 555 jiwa. Sehari kemudian, 7 Juli, desa yang sama kembali menerima 10.000 liter air bersih untuk 195 kepala keluarga atau 755 jiwa.
Di hari yang sama, BPBD juga menyalurkan bantuan terbesar, yakni 15.000 liter air bersih, ke Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, yang diperuntukkan bagi 653 kepala keluarga atau 2.189 jiwa.
Adam mengatakan, BPBD akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di Kabupaten Bogor. Masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih diimbau segera melapor kepada pemerintah desa, kecamatan, maupun BPBD agar bantuan dapat segera disalurkan.
“Selama musim kemarau, kami terus bersiaga dan akan merespons setiap laporan masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih,” pungkasnya.
(Pandu)






