SUARABOTIM.COM – Di tengah tantangan fiskal pada Tahun Anggaran 2026, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengajak seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk meningkatkan kepekaan terhadap kondisi keuangan daerah yang diproyeksikan semakin menantang.
Ajat mengatakan, seluruh aparatur pemerintah harus memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap situasi krisis agar setiap kebijakan dan penggunaan anggaran dilakukan secara tepat sasaran, efisien, serta tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Menurutnya, kondisi fiskal daerah pada 2026 diperkirakan lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah dituntut untuk bersikap waspada, adaptif, dan mampu menyesuaikan strategi kerja tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.
“Dalam kondisi seperti ini, kita perlu memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap situasi krisis, agar setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran, efisien, dan tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Ajat, Selasa (7/7/2026).
Ia menegaskan, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus mampu melakukan penyesuaian strategi kerja, termasuk di sektor pelayanan kesehatan. Rumah sakit daerah diminta tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui tata kelola yang lebih efisien tanpa menambah beban pembiayaan yang tidak produktif.
Selain melakukan efisiensi anggaran, Pemkab Bogor juga terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah seperti videotron, taman, dan billboard agar dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Di sektor perpajakan, Pemkab Bogor akan memperkuat pendataan serta penataan perizinan vila di kawasan Puncak secara lebih tertib dan terukur. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan penerimaan pajak daerah sekaligus menciptakan tata kelola yang lebih baik.
Meski menghadapi tekanan fiskal, Ajat menegaskan pelayanan publik harus tetap berjalan optimal. Berbagai program prioritas seperti penataan lingkungan, normalisasi saluran air, dan peningkatan kebersihan kawasan akan terus dilaksanakan melalui penguatan kolaborasi antarperangkat daerah serta partisipasi aktif masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara camat, kepala desa, perangkat daerah, hingga masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Bogor.
“Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut saat ini terlihat dalam penataan kawasan jalur Cijayanti–Bojong Koneng yang tengah dipersiapkan sebagai salah satu wajah Kabupaten Bogor,” katanya.
Terlebih, Ajat juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus memperkuat integritas, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan secara optimal meskipun daerah tengah menghadapi tantangan fiskal pada Tahun Anggaran 2026.
(Pandu)







