Cibinong, SuaraBotim.com _ Polres Bogor ungkap kasus pembegalan saat hendak menjemput putrinya yang terjadi pada 30 September lalu di Kecamatan Ciampea. Hal itu disampaikan Wakapolres Bogor Kompol Adhimas dalam konferensi pers di Mako Polres Bogor. Kamis (24/10/24).
Wakapolres Bogor Kompol Adhimas mengatakan, pembegalan tersebut sudah direncanakan oleh ketiga pelaku dengan inisial S (57), AJ (38) dan R (28). “Pas kejadian tanggal 30 September sekiranya pukul 00:30 WIB tersangka R datang ke kolam pancing, lalu tersangka S memanggil tersangka AJ. Kemudian berencana untuk melukai korban,” ucapnya kepada SuaraBotim.com.
Kompol Adhimas mengucapkan, tersangka S memberitahukan bahwa korban keluar dari rumah dan tersangka AJ dan R membawa alat berupa Alu (Alat Penumbuk Padi) dan melakukan pembegalan.
“Pelaku menyusul korban dengan menggunakan satu unit sepeda motor untuk mengejar korban, selanjutnya tersangka AJ dan R berhasil menyusul dan mencegat korban lalu memukul bagian kepala korban yang menyebabkan luka bagian kepada kemudian meninggal dunia,” ungkapnya.
Kompol Adhimas melanjutkan, sepeda motor yang dikendarai korban bernopol F 4997 AAF diambil oleh tersangka lalu dijual kepada saudara tersangka AJ sebesar 2,7 juta rupiah. “Dari hasil penjualan tersebut tersangka AJ mendapatkan bagian 2,1 juta dan tersangka R mendapatkan bagian sebesar 600 ribu,” ucapnya.
Kompol Adhimas menambahkan, Pihak kepolisian telah menangkap kedua pelaku AJ dan R pada hari Selasa (22/10/24), dan otak dari pembegalan tersebut S ditemukan gantung diri pada 11 Oktober 2024 karena ketakutan dikejar polisi.
“Dari perkara tersebut kami amankan barang bukti berupa satu buah helm, satu buah alu, satu buah sandal berwarna hitam, satu buah STNK nopol F 4997 AAF kemudian 1 unit kendaraan sepeda motor merk Yamaha Mio J warna putih dengan nopol B 3256 KZX yang digunakan pelaku untuk menyusul dan mengeksekusi korban,” paparnya.
Dia juga menuturkan, motif yang didapat dari hasil keterangan pemeriksaan sampai saat ini adalah faktor dendam dan sakit hati terhadap korban. “Pelaku dikenakan pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana mati, barang siapa dengan sengaja merencanakan terlebih dahulu merampas nyawa orang lain diancam karena pembunuhan dengan pidana mati atau pidana seumur hidup atau paling lama 20 tahun.” pungkasnya.







