SUARABOTIM.COM – Ayah dari MAM (9), bocah yang meninggal dunia akibat diserang empat ekor anjing pemburu di Kampung Sipak, Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, mengaku masih terpukul atas peristiwa yang merenggut nyawa putranya.
Solehudin, ayah korban mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara langsung kronologi kejadian. Ia baru mengetahui kabar duka tersebut setelah mendapat informasi dari warga sekitar.
“Kalau cerita lengkap kejadiannya saya juga tidak tahu. Saya hanya mendapat kabar dari warga kampung sebelah bahwa anak saya sudah meninggal dunia,” ujar Solehudin kepada SuaraBotim.Com, Senin (8/6/2026).
Menurut Solehudin, saat kejadian putranya tengah memancing bersama seorang temannya di saluran irigasi persawahan yang berada di kawasan Kampung Sipak.
“Lagi mancing sama temannya, di irigasi sawah,” katanya.
Ia memperkirakan, anaknya berangkat memancing sekitar pukul 09.00 WIB. Sementara kabar mengenai peristiwa nahas itu diterimanya sekitar pukul 12.00 WIB saat dirinya berada di rumah.
“Kayaknya sekitar jam sembilan pagi berangkatnya. Saya dapat kabar sekitar jam 12 siang. Waktu itu saya lagi di rumah,” ungkapnya.
Solehudin juga mengungkapkan, putranya mengalami luka yang cukup parah akibat serangan tersebut. Bagian kepala korban menjadi luka paling serius.
“Lukanya cukup serius. Yang paling parah itu bagian kepala, kulit kepalanya sampai terkelupas,” tuturnya.
Meski begitu, lanjut dia, pihak keluarga tidak melakukan autopsi menyeluruh terhadap jenazah korban dan hanya menjalani pemeriksaan luar.
“Enggak diautopsi, hanya pemeriksaan luar saja,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari warga, terdapat empat ekor anjing pemburu yang diduga menyerang anaknya hingga meninggal dunia.
“Kalau menurut warga ada empat ekor anjing,” ucap Solehudin.
Terkait langkah hukum, Solehudin mengaku, masih mempertimbangkan untuk menuntut pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Namun, ia menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum.
“Kemungkinan bisa saya tuntut, tapi kita balik lagi ke proses hukum saja,” tegasnya.
Lebih lanjut, Solehudin juga berharap, kasus yang menimpa putranya dapat diusut hingga tuntas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
“Harapan saya kasus begini bisa segera selesai dan diproses dengan baik,” tandasnya.
Diketahui, korban berinisial MAM berusia 9 tahun dan saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar. Korban rencananya akan naik ke kelas lima sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi.
(Pandu)







