Saturday, April 18, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

Kadis DKP Kabupaten Bogor: Jangan Jadikan Isu Beras Oplosan Sebagai Alasan Impor

by Asep Saepudin Sayyev
July 22, 2025
in Suara Bogor
0
Kadis DKP Kabupaten Bogor: Jangan Jadikan Isu Beras Oplosan Sebagai Alasan Impor
Share on FacebookShare on Twitter

 

Cibinong, SuaraBotim.Com – Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengingatkan semua pihak untuk berhati-hati dalam menyikapi isu beras oplosan yang belakangan ramai diperbincangkan.

READ ALSO

Pemkab Bogor, Pemkot Bogor, dan Danantara Finalisasi Lokasi PSEL Bogor Raya di TPA Galuga

‎KP2C dan AIM Analytics Malaysia Luncurkan Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis IoT di Sungai Cileungsi-Cikeas

Ia menegaskan, isu tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membuka kran impor beras, karena dapat berdampak buruk pada semangat para petani lokal.

“Isu beras oplosan jangan sampai dijadikan dalih untuk impor. Kalau terus-terusan seperti itu, petani bisa kehilangan motivasi untuk menanam,” ujar Teuku Mulya kepada SuaraBotim.Com, Selasa (22/7/25).

Menurutnya, praktik pengoplosan beras bukanlah hal yang membahayakan konsumen secara langsung. Hal ini lebih berkaitan dengan mekanisme pasar dan penyesuaian terhadap harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk beras premium dan medium.

“Beras oplosan itu tidak berbahaya. Pemerintah sudah menetapkan HET, termasuk kriteria kadar airnya. Premium di bawah 14 persen, medium di atas 14 persen. Kadang-kadang memang di pasar ada yang mencampur dua jenis itu, menyesuaikan dengan permintaan dan harga,” jelasnya.

Ia juga menyoroti bahwa dalam sistem pasar bebas, penjual memiliki kebebasan untuk menawarkan produk sesuai kualitas dan harga, selama konsumen menerima.

“Kalau kita bicara pasar bebas, siapa pun boleh jual beras dengan kualitas rendah tapi harga tinggi, asal ada yang beli. Yang jadi masalah ketika ada kriteria resmi dari pemerintah, lalu semua dianggap tidak memenuhi itu,” kata dia.

Dirinya mengingatkan agar semua pihak, termasuk pemerintah pusat dan pelaku industri, menyikapi persoalan ini secara bijak. Tujuannya agar isu ini tidak dijadikan dasar untuk melakukan kebijakan yang merugikan petani.

“Kalau semua kita tahan hanya karena isu oplosan, ekonomi juga bisa terhambat. Kita harus bijak menanggapinya supaya tidak ada keputusan yang kontra produktif seperti impor,” pungkasnya.

Terpisah, warga asal Cibinong Sumiyati (51), yang ditemui saat membeli beras di pasar Cibinong, mengaku resah dengan isu yang beredar. Ia berharap pemerintah bisa lebih transparan dan menjamin kestabilan harga.

“Saya bingung, katanya beras oplosan, tapi kita kan sebagai pembeli nggak tahu bedanya. Maunya sih harga stabil dan berasnya jelas kualitasnya. Jangan sampai rakyat jadi korban karena isu-isu kayak begini,” ungkap Sumiyati.

(Pandu)

Tags: beras oplosanDKP Kabupaten Bogor

Related Posts

Pemkab Bogor, Pemkot Bogor, dan Danantara Finalisasi Lokasi PSEL Bogor Raya di TPA Galuga
Suara Bogor

Pemkab Bogor, Pemkot Bogor, dan Danantara Finalisasi Lokasi PSEL Bogor Raya di TPA Galuga

April 17, 2026
‎KP2C dan AIM Analytics Malaysia Luncurkan Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis IoT di Sungai Cileungsi-Cikeas
Suara Bogor

‎KP2C dan AIM Analytics Malaysia Luncurkan Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis IoT di Sungai Cileungsi-Cikeas

April 16, 2026
‎Wakil Bupati Bogor Tinjau Jembatan Ambruk di Rumpin, Pemkab Siapkan Penanganan Darurat
Suara Bogor

‎Wakil Bupati Bogor Tinjau Jembatan Ambruk di Rumpin, Pemkab Siapkan Penanganan Darurat

April 16, 2026
Berantas Pungli, Pemkab dan Polres Bogor Bentuk Tim Khusus
Suara Bogor

Berantas Pungli, Pemkab dan Polres Bogor Bentuk Tim Khusus

April 15, 2026
‎Sekda Apresiasi Sekwan “Curi Start” Bahas Renja 2027, Dorong Sinergi DPRD dan Eksekutif
Suara Bogor

‎Sekda Apresiasi Sekwan “Curi Start” Bahas Renja 2027, Dorong Sinergi DPRD dan Eksekutif

April 15, 2026
‎Bejat!!! Ayah Lecehkan Anak Tirinya Selama 3 Tahun? ‎
Suara Bogor

‎Bejat!!! Ayah Lecehkan Anak Tirinya Selama 3 Tahun? ‎

April 14, 2026
Next Post
Satpol PP Tertibkan 115 Bangli di Flyover Cileungsi, Pemkab Bogor Siap Lanjutkan Penataan

Satpol PP Tertibkan 115 Bangli di Flyover Cileungsi, Pemkab Bogor Siap Lanjutkan Penataan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Jalan Raya Puncak 2 Bogor Tertutup Longsor, Pengendara Diminta Waspada
  • Retret Ketua DPRD Se-Indonesia di Magelang, Sastra Winara: Perkuat Sinergi Pembangunan Nasional
  • Pemkab Bogor, Pemkot Bogor, dan Danantara Finalisasi Lokasi PSEL Bogor Raya di TPA Galuga
  • Jembatan Penghubung di Tanjungsari Bogor Amblas Diterjang Longsor, Akses Warga Lumpuh
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?