Friday, October 16, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

Kadis DKP Kabupaten Bogor: Jangan Jadikan Isu Beras Oplosan Sebagai Alasan Impor

by Asep Saepudin Sayyev
July 22, 2025
in Suara Bogor
0
Kadis DKP Kabupaten Bogor: Jangan Jadikan Isu Beras Oplosan Sebagai Alasan Impor
Share on FacebookShare on Twitter

 

Cibinong, SuaraBotim.Com – Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengingatkan semua pihak untuk berhati-hati dalam menyikapi isu beras oplosan yang belakangan ramai diperbincangkan.

READ ALSO

Paripurna DPRD Kabupaten Bogor Bahas 3 Raperda, Pansus Segera Dibentuk

Satpol PP Kabupaten Bogor Tertibkan 10 PKL di Ciawi, Barang Pedagang Diamankan

Ia menegaskan, isu tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membuka kran impor beras, karena dapat berdampak buruk pada semangat para petani lokal.

“Isu beras oplosan jangan sampai dijadikan dalih untuk impor. Kalau terus-terusan seperti itu, petani bisa kehilangan motivasi untuk menanam,” ujar Teuku Mulya kepada SuaraBotim.Com, Selasa (22/7/25).

Menurutnya, praktik pengoplosan beras bukanlah hal yang membahayakan konsumen secara langsung. Hal ini lebih berkaitan dengan mekanisme pasar dan penyesuaian terhadap harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk beras premium dan medium.

“Beras oplosan itu tidak berbahaya. Pemerintah sudah menetapkan HET, termasuk kriteria kadar airnya. Premium di bawah 14 persen, medium di atas 14 persen. Kadang-kadang memang di pasar ada yang mencampur dua jenis itu, menyesuaikan dengan permintaan dan harga,” jelasnya.

Ia juga menyoroti bahwa dalam sistem pasar bebas, penjual memiliki kebebasan untuk menawarkan produk sesuai kualitas dan harga, selama konsumen menerima.

“Kalau kita bicara pasar bebas, siapa pun boleh jual beras dengan kualitas rendah tapi harga tinggi, asal ada yang beli. Yang jadi masalah ketika ada kriteria resmi dari pemerintah, lalu semua dianggap tidak memenuhi itu,” kata dia.

Dirinya mengingatkan agar semua pihak, termasuk pemerintah pusat dan pelaku industri, menyikapi persoalan ini secara bijak. Tujuannya agar isu ini tidak dijadikan dasar untuk melakukan kebijakan yang merugikan petani.

“Kalau semua kita tahan hanya karena isu oplosan, ekonomi juga bisa terhambat. Kita harus bijak menanggapinya supaya tidak ada keputusan yang kontra produktif seperti impor,” pungkasnya.

Terpisah, warga asal Cibinong Sumiyati (51), yang ditemui saat membeli beras di pasar Cibinong, mengaku resah dengan isu yang beredar. Ia berharap pemerintah bisa lebih transparan dan menjamin kestabilan harga.

“Saya bingung, katanya beras oplosan, tapi kita kan sebagai pembeli nggak tahu bedanya. Maunya sih harga stabil dan berasnya jelas kualitasnya. Jangan sampai rakyat jadi korban karena isu-isu kayak begini,” ungkap Sumiyati.

(Pandu)

Tags: beras oplosanDKP Kabupaten Bogor

Related Posts

Paripurna DPRD Kabupaten Bogor Bahas 3 Raperda, Pansus Segera Dibentuk
Suara Bogor

Paripurna DPRD Kabupaten Bogor Bahas 3 Raperda, Pansus Segera Dibentuk

October 16, 2026
Satpol PP Kabupaten Bogor Tertibkan 10 PKL di Ciawi, Barang Pedagang Diamankan
Suara Bogor

Satpol PP Kabupaten Bogor Tertibkan 10 PKL di Ciawi, Barang Pedagang Diamankan

October 16, 2026
Tinjau Pembangunan GOM Bogor Barat, Dedie Rachim Sebut Progres Tahap I Deviasi Positif 3 Persen
Suara Bogor

Tinjau Pembangunan GOM Bogor Barat, Dedie Rachim Sebut Progres Tahap I Deviasi Positif 3 Persen

October 16, 2026
Soal Isu Calon Ibu Kota Bogor Timur Digeser dari Sukamakmur, Beben Angkat Bicara
Suara Bogor

Soal Isu Calon Ibu Kota Bogor Timur Digeser dari Sukamakmur, Beben Angkat Bicara

October 16, 2026
Jaro Ade Tinjau KDKMP Pakansari, Dorong Pembangunan Menyeluruh di 416 Desa dan 19 Kelurahan
Suara Bogor

Jaro Ade Tinjau KDKMP Pakansari, Dorong Pembangunan Menyeluruh di 416 Desa dan 19 Kelurahan

October 16, 2026
Achmad Fathoni Minta Satpol PP Tegas Soal Jam Operasional Kafe di Metland Cileungsi
Suara Bogor

Achmad Fathoni Minta Satpol PP Tegas Soal Jam Operasional Kafe di Metland Cileungsi

October 15, 2026
Next Post
Satpol PP Tertibkan 115 Bangli di Flyover Cileungsi, Pemkab Bogor Siap Lanjutkan Penataan

Satpol PP Tertibkan 115 Bangli di Flyover Cileungsi, Pemkab Bogor Siap Lanjutkan Penataan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Paripurna DPRD Kabupaten Bogor Bahas 3 Raperda, Pansus Segera Dibentuk
  • Satpol PP Kabupaten Bogor Tertibkan 10 PKL di Ciawi, Barang Pedagang Diamankan
  • Serap Bantuan Rp26 Miliar Presiden Prabowo, 36 Sekolah di Kota Bogor Selesai Direvitalisasi
  • Tinjau Pembangunan GOM Bogor Barat, Dedie Rachim Sebut Progres Tahap I Deviasi Positif 3 Persen
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?