Wednesday, September 16, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

Kadis DKP Kabupaten Bogor: Jangan Jadikan Isu Beras Oplosan Sebagai Alasan Impor

by Asep Saepudin Sayyev
July 22, 2025
in Suara Bogor
0
Kadis DKP Kabupaten Bogor: Jangan Jadikan Isu Beras Oplosan Sebagai Alasan Impor
Share on FacebookShare on Twitter

 

Cibinong, SuaraBotim.Com – Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengingatkan semua pihak untuk berhati-hati dalam menyikapi isu beras oplosan yang belakangan ramai diperbincangkan.

READ ALSO

Rudy Susmanto Bantah Pertemuan dengan Pihak Summarecon Terkait OTT ATR/BPN: Saya 9 Hari di Galuga

Ancaman Kebakaran di Musim Kemarau, Bupati Bogor Ingatkan Warga Soal Bakar Sampah

Ia menegaskan, isu tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membuka kran impor beras, karena dapat berdampak buruk pada semangat para petani lokal.

“Isu beras oplosan jangan sampai dijadikan dalih untuk impor. Kalau terus-terusan seperti itu, petani bisa kehilangan motivasi untuk menanam,” ujar Teuku Mulya kepada SuaraBotim.Com, Selasa (22/7/25).

Menurutnya, praktik pengoplosan beras bukanlah hal yang membahayakan konsumen secara langsung. Hal ini lebih berkaitan dengan mekanisme pasar dan penyesuaian terhadap harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk beras premium dan medium.

“Beras oplosan itu tidak berbahaya. Pemerintah sudah menetapkan HET, termasuk kriteria kadar airnya. Premium di bawah 14 persen, medium di atas 14 persen. Kadang-kadang memang di pasar ada yang mencampur dua jenis itu, menyesuaikan dengan permintaan dan harga,” jelasnya.

Ia juga menyoroti bahwa dalam sistem pasar bebas, penjual memiliki kebebasan untuk menawarkan produk sesuai kualitas dan harga, selama konsumen menerima.

“Kalau kita bicara pasar bebas, siapa pun boleh jual beras dengan kualitas rendah tapi harga tinggi, asal ada yang beli. Yang jadi masalah ketika ada kriteria resmi dari pemerintah, lalu semua dianggap tidak memenuhi itu,” kata dia.

Dirinya mengingatkan agar semua pihak, termasuk pemerintah pusat dan pelaku industri, menyikapi persoalan ini secara bijak. Tujuannya agar isu ini tidak dijadikan dasar untuk melakukan kebijakan yang merugikan petani.

“Kalau semua kita tahan hanya karena isu oplosan, ekonomi juga bisa terhambat. Kita harus bijak menanggapinya supaya tidak ada keputusan yang kontra produktif seperti impor,” pungkasnya.

Terpisah, warga asal Cibinong Sumiyati (51), yang ditemui saat membeli beras di pasar Cibinong, mengaku resah dengan isu yang beredar. Ia berharap pemerintah bisa lebih transparan dan menjamin kestabilan harga.

“Saya bingung, katanya beras oplosan, tapi kita kan sebagai pembeli nggak tahu bedanya. Maunya sih harga stabil dan berasnya jelas kualitasnya. Jangan sampai rakyat jadi korban karena isu-isu kayak begini,” ungkap Sumiyati.

(Pandu)

Tags: beras oplosanDKP Kabupaten Bogor

Related Posts

Rudy Susmanto Bantah Pertemuan dengan Pihak Summarecon Terkait OTT ATR/BPN: Saya 9 Hari di Galuga
Suara Bogor

Rudy Susmanto Bantah Pertemuan dengan Pihak Summarecon Terkait OTT ATR/BPN: Saya 9 Hari di Galuga

September 16, 2026
Ancaman Kebakaran di Musim Kemarau, Bupati Bogor Ingatkan Warga Soal Bakar Sampah
Suara Bogor

Ancaman Kebakaran di Musim Kemarau, Bupati Bogor Ingatkan Warga Soal Bakar Sampah

September 16, 2026
KPK OTT ATR/BPN, 19 Orang Diamankan: Ada Kakantah Bogor I dan Petinggi Summarecon
Suara Bogor

KPK OTT ATR/BPN, 19 Orang Diamankan: Ada Kakantah Bogor I dan Petinggi Summarecon

September 15, 2026
‎Dampak Kemarau Panjang, Kebakaran Lahan di Kabupaten Bogor Tembus 139 Kejadian ‎
Suara Bogor

‎Dampak Kemarau Panjang, Kebakaran Lahan di Kabupaten Bogor Tembus 139 Kejadian ‎

September 15, 2026
Motor Diduga Hasil Curanmor Ditinggal Pelaku di Cibinong, Pemilik Malah Menemukannya di Polsek
Suara Bogor

Motor Diduga Hasil Curanmor Ditinggal Pelaku di Cibinong, Pemilik Malah Menemukannya di Polsek

September 15, 2026
Kekeringan Makin Mengkhawatirkan, Bumi Tegar Beriman Berstatus “AWAS”
Suara Bogor

Kekeringan Makin Mengkhawatirkan, Bumi Tegar Beriman Berstatus “AWAS”

September 15, 2026
Next Post
Satpol PP Tertibkan 115 Bangli di Flyover Cileungsi, Pemkab Bogor Siap Lanjutkan Penataan

Satpol PP Tertibkan 115 Bangli di Flyover Cileungsi, Pemkab Bogor Siap Lanjutkan Penataan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Rudy Susmanto Bantah Pertemuan dengan Pihak Summarecon Terkait OTT ATR/BPN: Saya 9 Hari di Galuga
  • KPK Dalami Pertemuan Pihak Summarecon dengan Pemkab Bogor Sebelum OTT
  • Ancaman Kebakaran di Musim Kemarau, Bupati Bogor Ingatkan Warga Soal Bakar Sampah
  • Pengurusan HGB di Bogor Berujung OTT, KPK Tetapkan 8 Tersangka
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?