Cibinong, SuaraBotim.Com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor melakukan aksi bersih-bersih sampah di kawasan Setu Cikaret, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis pagi (24/7/25).

Aksi ini dilakukan setelah tim DLH menemukan tumpukan sampah saat melakukan pemantauan rutin di sepanjang Jalan Raya Bogor–Jakarta hingga ke Setu Cikaret.
Ketua Tim Pelayanan Persampahan DLH Kabupaten Bogor, Fredi mengungkapkan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat terhadap temuan lapangan.
“Kemarin saat tim sedang monitoring jalan utama hingga ke Setu Cikaret, kami melihat banyak sampah menumpuk. Saya langsung perintahkan tim untuk bergerak pagi ini melakukan pembersihan,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com.
Aksi pembersihan tersebut melibatkan sekitar 63 petugas dari DLH, sampah yang berhasil diangkut mencapai kurang lebih 7 kubik, cukup menggunakan satu armada truk dari empat armada yang dimiliki DLH.
Fredi menegaskan, bahwa fokus utama adalah penanganannya, bukan saling menyalahkan siapa pelaku atas penumpukan dampah tersebut.
“Saya tidak mau tahu sampah itu dari mana. Yang jelas, sampah itu dari manusia, bukan turun dari langit. Bisa jadi terbawa arus dari dataran tinggi menuju dataran rendah seperti Setu Cikaret ini,” katanya.
Lebih lanjut, kata dia, DLH Kabupaten Bogor juga memiliki tim patroli persampahan yang berjaga 24 jam untuk mengawasi dan menangani potensi penumpukan sampah di berbagai titik.
“Kami punya tim yang kerjanya seperti kalong, siang malam keliling. Kalau volumenya kecil, kami langsung angkut. Kalau besar, kami libatkan UPT,” terangnya.
“Warga yang kedapatan membuang sampah akan diberikan pemahaman oleh tim patroli. Kami lihat dulu identitasnya, dari mana asalnya. Kalau sudah berulang kali melanggar, baru kami serahkan ke Satpol PP,” terusnya.
Fredi juga menanggapi, kritik yang sering ditujukan dari masyarakat kepada DLH terkait penanganan sampah.
“Banyak yang bilang DLH tidak bekerja. Kami ini ibarat hantu, tidak terlihat tapi kerja nyata. Pagi, siang, malam kami bergerak. Sampah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah, tapi juga warga,” tegasnya.
Sebagai bentuk edukasi dan kepedulian, DLH mengajak masyarakat untuk bersama menjaga kebersihan lingkungan, terutama kawasan setu yang bisa menjadi tempat wisata dan ruang terbuka hijau.
“Setu itu milik kita bersama. Mari kita rawat, bersihkan, dan jadikan tempat rekreasi yang nyaman,” tutup Fredi.
Di tempat yang sama, salah satu warga, Siti (43) mengapresiasi, langkah cepat DLH untuk menangani terkait sampah di Setu Cikaret.
“Alhamdulillah, kami sebagai warga merasa terbantu. Setu ini jadi lebih bersih dan nyaman. Harapannya masyarakat juga sadar, jangan buang sampah sembarangan. Setu ini kan tempat rekreasi juga,” ucapnya.
(Pandu)







