Cileungsi, SuaraBotim.Com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengunjungi SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, usai insiden robohnya atap ruang kelas yang menyebabkan puluhan siswa terluka.
Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan kunjungan ini bertujuan memastikan penanganan cepat terhadap kerusakan bangunan sekolah.
“Kami mengunjungi bangunan SMKN 1 Cileungsi yang kemarin mengalami kerusakan. Ada beberapa kelas yang atapnya roboh. Kami belum bisa meninjau ke dalam karena masih ada garis polisi. Informasi dari kepala sekolah, ini memang situasi yang tidak diinginkan meski bangunan sudah berdiri sejak 2015,” ujar Abdul Mu’ti, Kamis (10/9/25).
Dalam kunjungan itu, Abdul Mu’ti didampingi Direktur SMK dan sejumlah pejabat terkait. Ia menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk membantu proses renovasi.
“Kami berkomitmen membantu pembangunan atap yang rusak. Nantinya, Dinas Pendidikan Jawa Barat juga akan menambah ruang kelas baru. Kami targetkan pembangunan selesai paling lambat pertengahan Desember tahun ini,” tegasnya.
Abdul Mu’ti menjelaskan, perbaikan akan menggunakan anggaran tahun 2025 dengan sistem swakelola. Kepala sekolah nantinya akan menunjuk rekanan untuk mengurus seluruh proses renovasi.
Selain meninjau lokasi, Abdul Mu’ti juga menyempatkan diri bertemu dengan sejumlah siswa dan orang tua. Ia menegaskan pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap kondisi korban.
“Setelah dari sekolah, kami melanjutkan perjalanan ke rumah sakit untuk menjenguk anak-anak yang masih dirawat akibat tertimpa bangunan yang roboh,” terangnya.
Ia menekankan, keselamatan siswa dan kelancaran proses belajar-mengajar akan menjadi prioritas utama pemerintah.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap bisa belajar dengan nyaman tanpa rasa khawatir,” pungkasnya.
(Pandu)







