Cileungsi, SuaraBotim.Com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat pasca robohnya atap ruang kelas SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Sebagai solusi sementara, Kemendikdasmen mendirikan tenda darurat agar kegiatan belajar-mengajar tetap bisa berlangsung.
Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tiga tenda darurat khusus untuk siswa.
“Sementara kami membantu tiga tenda darurat untuk anak-anak agar tetap bisa belajar. Semua tenda sudah terpasang sejak dini hari, tim bekerja mulai pukul 02.00 pagi,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Kamis (11/9/25).
Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada tim dari Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKPLK) yang sigap turun langsung ke lokasi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada tim kementerian dari Direktorat PKPLK yang dengan cepat membangun tenda belajar sementara,” tuturnya.
Selain tenda darurat, pihak sekolah juga menyiapkan opsi pembelajaran daring sebagai langkah antisipasi agar kegiatan belajar siswa tidak terhenti.
“Kepala sekolah menyampaikan sebagian siswa akan tetap belajar melalui daring,” jelasnya.
Abdul Mu’ti menegaskan, pemerintah terus memantau kondisi siswa yang terdampak insiden. Setelah meninjau sekolah, ia juga berencana mengunjungi rumah sakit untuk melihat langsung kondisi para siswa yang masih menjalani perawatan.
(Pandu)







