Cibinong, SuaraBotim.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan komitmennya untuk melakukan intervensi pengelolaan sampah dapur pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bogor.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan MBG merupakan program prioritas nasional yang mendapat perhatian khusus, termasuk di Jawa Barat.
Menurutnya, proses seleksi dapur penyelenggara MBG dilakukan secara ketat oleh Badan Gizi Nasional (BGN), mulai dari kesiapan pengelolaan dapur hingga keberadaan tenaga ahli gizi.
“MBG itu program nasional, seleksi dapurnya ketat sekali. Ada ahli gizinya, ada pendampingnya, semua lengkap. Dari sisi Pemkab, sesuai tupoksi, kita fokus intervensi sampah dapur agar tidak menimbulkan masalah baru seperti pencemaran atau tumpukan sampah,” ujar Ajat kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (27/9/25).
Ajat menjelaskan, meski hingga saat ini belum ada laporan kasus serius terkait sampah dapur MBG di Kabupaten Bogor, Bupati Bogor telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk lebih proaktif.
“Kita intervensi cepat supaya tidak ada tumpukan sampah, apalagi yang bisa mencemari lingkungan. Ini langkah jangka pendek setelah melihat beberapa kejadian di luar, agar jangan sampai terulang di Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sepanjang Januari hingga September 2025 tercatat 70 kasus keracunan dengan total 5.914 penerima MBG terdampak di beberapa wilayah. Namun, Ajat menegaskan sejauh ini Kabupaten Bogor belum menemukan laporan kasus serupa.
“Alhamdulillah di Kabupaten Bogor belum ada laporan keracunan dari MBG. Lebih banyak hal positifnya dibanding kasus yang terjadi. Tapi ini tetap jadi bahan evaluasi kita,” jelasnya.
Pemkab Bogor memastikan akan terus memberikan dukungan pada pelaksanaan program MBG, khususnya dalam pengelolaan sampah dapur, agar program nasional tersebut berjalan aman, sehat, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
(Pandu)







