Tuesday, June 2, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Ratusan Buruh Gelar Aksi di Pemkab Bogor, Tuntut Kenaikan UMK 8,5 Persen

by Arsyit Syarifudin
November 20, 2025
in Peristiwa
0
Ratusan Buruh Gelar Aksi di Pemkab Bogor, Tuntut Kenaikan UMK 8,5 Persen

Ratusa buruh unjuk rasa di depan Gerbang Pemkab Bogor menuntut kenaikan upah 8,5 persen. (Foto: Pandu/ SuaraBotim.Com)

Share on FacebookShare on Twitter

Cibinong, SuaraBotim.Com — Ratusan buruh dari berbagai federasi yang tergabung dalam Aliansi Buruh Bogor Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di depan Gerbang Pemerintah Kabupaten Bogor, Kamis (20/11/25).

Pasalnya, massa buruh menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2026 sebesar 8,5 persen, sekaligus menolak formula penetapan upah baru yang dinilai tidak berpihak pada kesejahteraan pekerja.

READ ALSO

Pengembang Al Kautsar Moslem City Tangerang Dilaporkan Mandek Bayar Refund Konsumen

Diduga Microsleep, Fortuner Terbalik di Tol Jagorawi KM 30 Ciawi

Ketua KC FSPMI Bogor, Komarudin Sriyatno, menyebutkan bahwa aksi ini merupakan langkah bersama dari sebelas federasi buruh di Kabupaten Bogor untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah.

“Kami menolak skema upah murah yang kabarnya akan diberlakukan melalui RPP Kementerian Ketenagakerjaan. Upah adalah hajat hidup orang banyak, nadinya buruh di Indonesia, khususnya di Bogor,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com.

Komarudin menyoroti, komponen indeks harga tertentu dalam formula upah baru yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 0,2–0,7. Menurutnya, penetapan angka tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan tidak melibatkan diskusi dengan buruh.

Ia menjelaskan bahwa jika pertumbuhan ekonomi dan inflasi digabungkan dengan indeks harga tertentu 0,2, maka kenaikan UMK Bogor hanya sekitar 3 persen.

“UMKP 2025 sebesar Rp2.190.000 kalau naik 3 persen hanya bertambah sekitar Rp80.000. Itu tidak manusiawi,” tegasnya.

Komarudin juga mengacu pada Putusan MK No. 168 yang mewajibkan pemerintah menghadirkan kebijakan upah yang berkeadilan dan memperhatikan kesejahteraan buruh tanpa meniadakan perkembangan dunia usaha.

Aliansi buruh menilai kenaikan 8,5 persen adalah angka paling wajar berdasarkan indikator ekonomi tahun sebelumnya. Saat ini UMK Kabupaten Bogor tahun 2025 berada di angka Rp4,8 juta.

“Kalau 8,5 persen, itu hanya naik sekitar Rp350 ribu sampai Rp400 ribu. Tidak besar. Wajar dan tidak berlebihan,” terang Komarudin.

Ia juga mengkritik keputusan pemerintah pusat yang menurunkan indikator tertentu dari 0,8–0,9 pada penetapan upah sebelumnya menjadi hanya 0,2–0,7 pada 2026.

Komarudin menyatakan, buruh Bogor bersama aliansi nasional akan menggelar aksi besar pada 24 November 2025 di Jakarta, baik di depan Istana Negara maupun di DPR RI.

“Kami menolak ketentuan upah yang dipengaruhi indikator tertentu 0,2–0,7 dan menuntut upah layak untuk seluruh buruh,” kata dia.

Dalam aksinya, buruh juga menuntut Pemkab Bogor menerbitkan aturan atau surat edaran untuk menghapus sistem outsourcing dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

“Outsourcing membuat buruh tidak punya kepastian kerja. Banyak yang bahkan menerima upah di bawah UMK. Outsourcing yang benar itu pekerjaan dialihkan, bukan manusianya,” tegasnya.

Terlebih, Komarudin menggambarkan, kondisi buruh saat ini sangat berat. Upah yang diterima hanya cukup untuk kebutuhan satu bulan, tanpa ruang untuk menabung.

“Biaya kontrakan di kawasan industri rata-rata mencapai Rp800 ribu per bulan, biaya pendidikan dan kesehatan terus naik, dan banyak buruh hanya mampu menyekolahkan anak hingga tingkat SMK,” katanya.

“Saya sudah 30 tahun bekerja tapi tidak punya tabungan. Upah yang didapat hanya cukup untuk makan bulan ini. Kalau ada kebutuhan mendadak, kami menyerah. Itulah kesedihan buruh,” tutupnya.

(Pandu)

Tags: Aksi BuruhKC FSPMI BogorKomarudin SriyatnoOutsourcing PKWTUMK 2026 Bogor

Related Posts

Pengembang Al Kautsar Moslem City Tangerang Dilaporkan Mandek Bayar Refund Konsumen
Peristiwa

Pengembang Al Kautsar Moslem City Tangerang Dilaporkan Mandek Bayar Refund Konsumen

June 2, 2026
Diduga Microsleep, Fortuner Terbalik di Tol Jagorawi KM 30 Ciawi
Peristiwa

Diduga Microsleep, Fortuner Terbalik di Tol Jagorawi KM 30 Ciawi

June 1, 2026
Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Ciampea Bogor Ludes Terbakar
Peristiwa

Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Ciampea Bogor Ludes Terbakar

June 1, 2026
Polsek Dramaga Tangkap Pelaku Pembacokan Pelajar yang Tewaskan Anak di Bawah Umur
Peristiwa

Polsek Dramaga Tangkap Pelaku Pembacokan Pelajar yang Tewaskan Anak di Bawah Umur

May 30, 2026
Pria Asal Kota Depok Meninggal Dunia Saat Cari Ikan di Cibinong
Peristiwa

Pria Asal Kota Depok Meninggal Dunia Saat Cari Ikan di Cibinong

May 29, 2026
Lakalantas di Cileungsi! Truk Box Tabrak Motor hingga Tiang Listrik
Peristiwa

Lakalantas di Cileungsi! Truk Box Tabrak Motor hingga Tiang Listrik

May 29, 2026
Next Post
Sering Diganggu, Pedagang Pecel Ayam Bacok Tiga Anggota Ormas Pakai Kapak

Sering Diganggu, Pedagang Pecel Ayam Bacok Tiga Anggota Ormas Pakai Kapak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Pengembang Al Kautsar Moslem City Tangerang Dilaporkan Mandek Bayar Refund Konsumen
  • Pengurus Asosiasi Futsal Kabupaten Bogor 2026-2028 Resmi Dilantik, Siap Cetak Atlet Berprestasi
  • Larang Pungutan Perpisahan hingga Study Tour, Rusliandy: Sekolah Jangan Bebani Orang Tua
  • Ratusan Goweser Napak Tilas Sejarah Bogor, Tempuh 64 Kilometer Sambut HJB ke-544
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?