Friday, July 24, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Ikan Paling Tahan Ikut Mati , Diskanak Kabupaten Bogor Sebut Kondisi Setu Citongtut di Luar Batas Biologis

by Ray
January 27, 2026
in Peristiwa
0
Ikan Paling Tahan Ikut Mati , Diskanak Kabupaten Bogor Sebut Kondisi Setu Citongtut di Luar Batas Biologis
Share on FacebookShare on Twitter

Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor menilai kematian ribuan ikan sapu-sapu di Setu Citongtut, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, mengindikasikan adanya gangguan lingkungan yang sudah berada di luar batas kemampuan biologis perairan.

Ketua Tim Pengawasan Sumber Daya Perikanan Budidaya dan Perikanan Tangkap Diskanak Kabupaten Bogor, Yayan Buduayana, mengatakan ikan sapu-sapu selama ini dikenal sebagai indikator alami pencemaran perairan karena daya tahannya yang sangat tinggi.

READ ALSO

‎Belajar Mengemudi, Mobil Pick Up Tabrak Pesepeda & Pedagang di Pakansari ‎

Gudang Sparepart Body Motor Terbakar di Tajurhalang Bogor, Kerugian Capai Rp500 Juta

“Ikan sapu-sapu itu biasanya jadi tolak ukur pencemaran. Kalau di suatu perairan semua ikan mati, biasanya ikan sapu-sapu masih bisa bertahan,” ujar Yayan kepada SuaraBotim.Com, Selasa (27/1/26).

Ia menjelaskan, dalam kondisi normal, kematian ikan massal kerap disebabkan oleh kekurangan oksigen terlarut, kekeruhan air, atau peningkatan debit air akibat hujan deras.

Namun, lanjut Yayan, kondisi tersebut umumnya masih dapat ditoleransi oleh ikan sapu-sapu.

“Kalau cuma keruh karena hujan atau debit besar, biasanya ikan sapu-sapu masih tahan. Bahkan ikan ini disimpan di luar air sampai 30 jam masih bisa hidup, dikasih sedikit air bisa hidup lagi,” jelasnya.

Yayan juga menjelaskan, jika ikan sapu-sapu ditemukan mati secara massal, maka hal tersebut menandakan adanya faktor lain yang jauh lebih serius.

“Kalau ikan sapu-sapu sudah mati, berarti kondisinya sudah di luar batas biologisnya. Artinya ada faktor lain selain kekurangan oksigen yang menyebabkan kematian ikan,” tegasnya.

Terlebih, Diskanak Kabupaten Bogor juga akan memastikan terlebih dahulu apakah kematian ikan tersebut disebabkan oleh serangan penyakit ikan atau faktor lingkungan.

Ia menyebut, sejumlah penyakit ikan, seperti virus Koi Herpes Virus (KHV) maupun bakteri Aeromonas, juga dapat menyebabkan kematian massal.

“Pertama kami pastikan ini bukan serangan penyakit ikan. Karena penyakit juga bisa menyebabkan kematian masal. Kalau bukan penyakit, maka besar kemungkinan faktor lingkungan,” ujarnya.

Yayan juga kembali menegaskan, ikan sapu-sapu merupakan spesies yang paling tahan terhadap kondisi perairan ekstrem.

“Bisa dibilang ini ikan paling kuat. Di kondisi perairan ekstrem pun, ikan sapu-sapu biasanya masih bisa hidup. Kalau ini mati, berarti sudah parah,” katanya.

Yayan juga menyarankan, agar pemancing tetap hati-hati dalam mengonsumsi ikan dari perairan tersebut, terutama ikan yang hidup di dasar perairan.

“Kalau ikan sapu-sapu sebenarnya spesifik. Tapi ikan lain ada yang hidup di permukaan, kolom air, dan dasar. Racun biasanya mengendap di dasar. Jadi untuk ikan bentos atau yang hidup di dasar, sebaiknya jangan dikonsumsi,” imbaunya.

Sementara itu, Diskanak juga akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan apakah kondisi perairan Setu Citongtut sudah kembali layak untuk budidaya ikan.

“Kami ingin memastikan apakah perairan ini sudah masuk tolok ukur layak budidaya atau belum. Dalam perikanan, ada standar faktor fisik, kimia, dan biologis agar ikan bisa hidup,” jelasnya.

Namun demikian, Yayan menegaskan bahwa penentuan penyebab pasti dugaan pencemaran lingkungan menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kalau soal penyebab pencemarannya apa, itu ranahnya DLH. Kami fokus memastikan apakah perairan ini masih layak untuk kehidupan ikan,” pungkasnya.

(Pandu)

Tags: Dinas Peternakan Kabupaten BogorGunung PutriIkan Sapu-sapuMati MasalSitu CitongtutYayan Buduayana

Related Posts

‎Belajar Mengemudi, Mobil Pick Up Tabrak Pesepeda & Pedagang di Pakansari ‎
Peristiwa

‎Belajar Mengemudi, Mobil Pick Up Tabrak Pesepeda & Pedagang di Pakansari ‎

July 23, 2026
Gudang Sparepart Body Motor Terbakar di Tajurhalang Bogor, Kerugian Capai Rp500 Juta
Peristiwa

Gudang Sparepart Body Motor Terbakar di Tajurhalang Bogor, Kerugian Capai Rp500 Juta

July 20, 2026
Lansia Tercebur Sumur di Ciseeng, Damkar Berhasil Evakuasi 25 Menit
Peristiwa

Lansia Tercebur Sumur di Ciseeng, Damkar Berhasil Evakuasi 25 Menit

July 18, 2026
Truk Ekspedisi JNT Terguling di Jalan Raya Bogor Cibinong Usai Hindari Minibus, Muatan Berhamburan
Peristiwa

Truk Ekspedisi JNT Terguling di Jalan Raya Bogor Cibinong Usai Hindari Minibus, Muatan Berhamburan

July 17, 2026
‎Kebakaran Lahan Limbah Pembuangan Sampah di Gunung Putri, Damkar Berjibaku Padamkan Selama 4 Jam ‎
Peristiwa

‎Kebakaran Lahan Limbah Pembuangan Sampah di Gunung Putri, Damkar Berjibaku Padamkan Selama 4 Jam ‎

July 16, 2026
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Panggung Bambu di Kemang Terbakar
Peristiwa

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Panggung Bambu di Kemang Terbakar

July 15, 2026
Next Post
DPKP Usulkan Sanksi Sosial bagi Pelaku Vandalisme

DPKP Usulkan Sanksi Sosial bagi Pelaku Vandalisme

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • ‎Belajar Mengemudi, Mobil Pick Up Tabrak Pesepeda & Pedagang di Pakansari ‎
  • ‎Polisi Buru Pelaku Curas Motor PCX di Ciangsana, Korban Ditabrak lalu Ditodong Celurit
  • Hari Anak Nasional 2026, KPAD Kabupaten Bogor Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak
  • Diduga Curi Kabel Tembaga PT Bukaka di Cileungsi, Polisi Amankan Pelaku dan Barang Bukti
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?