Cileungsi, SuaraBotim.Com – Semangat menuju “Indonesia Emas” benar-benar terasa di wilayah Cileungsi. Sebanyak 350 warga memadati Sport Club PB Jaya Raya Metland Transyogi pada Rabu (11/2/2026), untuk mengikuti proses seleksi relawan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program yang digagas oleh Yayasan Mutiara Fadilah Lestari ini direncanakan akan menyokong kebutuhan nutrisi anak-anak sekolah di tiga desa, yakni Desa Cipenjo, Desa Dayeuh, dan Desa Mekarsari.
Ketua Pembina Yayasan Mutiara Fadilah Lestari, Erland Agustian, mengaku terkejut sekaligus bangga dengan respons luar biasa dari masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, melihat jumlah pelamar yang mencapai 350 orang, ini bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap perbaikan gizi anak bangsa sangat luar biasa,” ujar Erland di sela-sela kegiatan.
Untuk memastikan program ini berjalan standar tinggi, rekrutmen dibuka untuk berbagai posisi penting. Mulai dari tenaga pengolahan makanan (juru masak), bagian packing, ahli gizi yang memastikan nutrisi tiap porsi, hingga tenaga pendukung seperti driver, security, dan bagian pembersihan.
Erland berharap, para personel yang terpilih nanti bukan hanya sekadar bekerja, tapi memiliki visi yang sama untuk mencetak generasi yang cerdas.
“Harapan kami, adik-adik kita tumbuh menjadi anak yang cerdas dan pintar melalui asupan gizi yang terjamin dari dapur ini,” tambahnya.
Bagi warga sekitar, program ini bukan hanya soal kemanusiaan, tapi juga peluang ekonomi. Siti, salah satu pelamar, mengungkapkan rasa syukurnya atas pembukaan lowongan kerja ini.
“Senang sekali ada lowongan ini. Selain bisa bekerja dekat rumah, saya bangga bisa ikut membantu program gizi untuk anak-anak sekolah. Semoga saya diterima,” ungkap Siti penuh harap.
Bagi peserta yang telah mengikuti sesi wawancara, pihak yayasan akan mengumumkan hasil seleksi secara resmi dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan. Dengan dukungan relawan yang berdedikasi, operasional tiga Dapur MBG di Cileungsi diharapkan bisa segera beroperasi tanpa kendala demi masa depan generasi yang lebih sehat.
(Deni Supriadi)







