Cibinong, SuaraBotim.Com – Meski tingkat kepuasan masyarakat terhadap sektor pendidikan di Kabupaten Bogor mencapai angka cukup tinggi yakni 86,44%, rapor tersebut dianggap belum aman. Lembaga Studi Visi Nusantara Maju (LS Vinus) menyebut sektor pendidikan masih berada di “posisi tengah” (peringkat ke-7) dengan tumpukan persoalan klasik yang belum tuntas.
Founder LS Vinus, Yusfitriadi, menilai capaian tersebut mencerminkan kondisi pendidikan yang baru sekadar jalan di tempat, namun belum mencapai taraf sangat memuaskan.
“Pendidikan berada di posisi tengah. Artinya masyarakat tidak terlalu puas, tapi juga tidak sepenuhnya kecewa. Program saat ini baru berjalan ala kadarnya,” ujar pria yang akrab disapa Kang Yus ini kepada SuaraBotim.Com, Jumat (20/2/2026).
Tiga Rapor Merah Pendidikan Bogor:
Berdasarkan survei dan temuan lapangan, Kang Yus menyoroti tiga persoalan krusial yang harus segera dibenahi:
-
Krisis Karakter & Moral: Masih maraknya fenomena tawuran, perundungan (bullying), hingga degradasi sikap tidak hormat siswa kepada guru. “Pembangunan karakter dan mentalitas bangsa belum terlihat langkah konkretnya,” tegasnya.
-
Tata Kelola & Integritas: LS Vinus menemukan indikasi kuat praktik pungutan liar (pungli) di berbagai level serta dugaan mark-up dalam pengadaan fasilitas pendidikan. Hal ini menciptakan stigma negatif dan persepsi pembiaran oleh pihak terkait.
-
Ketimpangan Fasilitas: Persoalan bangunan sekolah rusak atau ambruk masih menghantui. Perlu evaluasi apakah kerusakan murni faktor alam atau akibat kualitas pembangunan yang di bawah standar.
Kang Yus mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk segera membenahi sistem pendataan secara menyeluruh. Tanpa data akurat mengenai sekolah bermasalah, penentuan prioritas pembangunan akan selalu bias.
“Stigma publik harus dijawab dengan transparansi. Dinas Pendidikan perlu memastikan tata kelola berjalan bersih dan profesional agar tujuan pendidikan membentuk ideologi bangsa tercapai secara utuh,” pungkasnya.
(Retza)







