Cibinong, SuaraBotim.Com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat (Jabar) mengusulkan agar penderita tuberkulosis (TBC) masuk dalam daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Usulan tersebut disampaikan sebagai upaya meningkatkan imunitas pasien sekaligus mencegah penyebaran penyakit di lingkungan keluarga.
Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi, mengatakan bahwa selama ini program MBG menyasar ibu hamil dan ibu menyusui. Ia mendorong agar cakupan penerima manfaat diperluas, termasuk bagi penderita TBC dan kusta.
“Tadi saya bilang ke Pak Wamen, masukkan ke MBG saja. Kan MBG sekarang sasaran ibu hamil dan ibu menyusui. Tambahkan TBC, tambahkan kusta, tambahin itu aja dua itu,” ujar Vini kepada SuaraBotim.Com, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, asupan makanan bergizi sangat penting bagi penderita TBC untuk memperkuat daya tahan tubuh selama menjalani pengobatan. Dengan imun yang baik, risiko penularan di tingkat keluarga juga dapat ditekan.
Selain mengusulkan integrasi pasien TBC ke dalam program MBG, Vini juga menyarankan agar bantuan sosial tunai sebesar Rp200.000 bagi masyarakat tidak mampu yang disalurkan melalui Dinas Sosial (Dinsos) dapat dialihkan dalam bentuk makanan bergizi.
“Kalau makanan tadi dari Dinsos. Dinsos kan punya bantuan Rp200 ribu. Tadi sudah disampaikan bahwa nanti bantuan sosial diberikan ke Dinsos itu harus untuk makanan,” jelasnya.
Hal tersebut dinilai lebih efektif untuk memastikan bantuan benar-benar dimanfaatkan guna memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga, terutama bagi penderita TBC dan penyakit menular lainnya.
Tak hanya fokus pada bantuan pangan, Dinkes Jabar juga akan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanganan TBC. Keluarga pasien akan menjalani pemeriksaan serta mendapatkan pengobatan sebagai langkah deteksi dini.
“Kalau yang sakit setiap hari (minum obat), kalau yang pencegahan satu minggu sekali, itu pun hanya dua belas kali,” tutup Vini.
(Pandu)







