SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) lewat pelayanan publik nonstop selama 100 jam.
Pelayanan tersebut berlangsung mulai 18 Mei 2026 pukul 10.00 WIB hingga 22 Mei 2026 pukul 14.00 WIB.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, capaian tersebut bukan sekadar memecahkan rekor, melainkan menjadi momentum evaluasi terhadap sistem pelayanan publik, khususnya sektor perizinan di Kabupaten Bogor.
“Ini bukan hanya sebuah pencapaian 100 jam, tetapi dari 100 jam ini harus menjadi bahan evaluasi kita bersama,” ujar Rudy Susmanto kepada SuaraBotim.Com, Jumat (22/5/26).
Menurutnya, program pelayanan 100 jam nonstop merupakan tindak lanjut dari kegiatan serupa pada tahun sebelumnya yang berlangsung selama 80 jam.
Namun, ke depan ia menilai perlu ada perubahan sistem operasional kantor pelayanan perizinan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kantor-kantor perizinan ini tidak bisa beroperasi sama dengan jam kerja SKPD yang lain. Harus ada tambahan jam kerja, karena Kabupaten Bogor merupakan wilayah aglomerasi atau penyangga ibu kota negara dan DKI Jakarta,” jelasnya.
Ia menambahkan, banyak warga Kabupaten Bogor yang baru tiba di rumah pada malam hari setelah bekerja di Jakarta dan sekitarnya.
Karena itu, kata Rudy, pelayanan perizinan dinilai perlu dibuka hingga malam hari agar masyarakat lebih mudah mengurus berbagai kebutuhan administrasi.
Selain pelayanan perizinan, Rudy juga menyoroti pentingnya administrasi kependudukan bagi masyarakat.
Ia meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor agar lebih proaktif melakukan jemput bola terhadap warga yang belum memiliki dokumen kependudukan lengkap.
“Administrasi kependudukan merupakan hak seluruh warga negara, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor. Dari KTP dan KK itu menjadi fondasi masyarakat memperoleh hak-haknya, baik pendidikan maupun bantuan sosial dari pemerintah,” ungkapnya.
Rudy turut mengapresiasi seluruh instansi dan pihak terkait yang telah menyukseskan pelayanan 100 jam nonstop tersebut. Ia menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.
“Kita tidak hanya merayakan dengan agenda besar, tetapi lebih banyak menghadirkan kegiatan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Ke depan, lanjut Rudy, Pemkab Bogor berencana kembali mengevaluasi sistem pelayanan publik, termasuk kemungkinan menambah durasi pelayanan pada tahun mendatang.
“Harapan kami bukan hanya ditambah jam, tapi sistem operasional beberapa kantor perizinan juga harus kita evaluasi dan ubah bersama-sama,” tegas Rudy.
Ia berharap momentum Hari Jadi Bogor dan Hari Kebangkitan Nasional dapat menjadi titik awal kebangkitan masyarakat Bogor untuk membangun daerah yang lebih maju, aman, adil, dan makmur.
(Pandu)







