SUARABOTIM.COM – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor hingga semester pertama tahun anggaran 2026, yakni periode Januari hingga Juni, tercatat baru mencapai sekitar Rp1,9 triliun. Angka tersebut setara dengan 43 persen dari target PAD yang ditetapkan sebesar Rp4,1 triliun sepanjang tahun ini.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor, Adi Mulyadi mengatakan, capaian tersebut masih akan terus digenjot pada semester kedua agar target tahunan dapat tercapai.
“Target satu tahun sebesar Rp4,1 triliun,” ujar Adi Mulyadi, Selasa (7/7/2026).
Adi menjelaskan, target PAD Kabupaten Bogor pada 2026 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kita kenaikannya kurang lebih hampir di angka Rp225 miliar dari tahun sebelumnya,” jelasnya.
Untuk mengejar target tersebut, Bappenda Kabupaten Bogor akan memaksimalkan penagihan piutang pajak, terutama dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang masih memiliki potensi penerimaan cukup besar.
Menurut Adi, pihaknya menargetkan penagihan piutang PBB dapat menyumbang sekitar Rp150 miliar terhadap realisasi PAD tahun 2026.
“Kalau piutang pajak ada yang tertagih, terutama dari PBB, kita targetkan kurang lebih Rp150 miliar,” pungkasnya.
(Pandu)







