Monday, April 27, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

H. Achmad Fathoni Dorong TPST Olah Sampah Jadi RDF, Insinerator di Tahap Akhir

by Arsyit Syarifudin
February 10, 2026
in Suara Bogor
0
H. Achmad Fathoni Dorong TPST Olah Sampah Jadi RDF, Insinerator di Tahap Akhir

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, H. Achmad Fathoni. (Foto: Pandu)

Share on FacebookShare on Twitter

Cileungsi, SuaraBotim.Com — Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, H. Achmad Fathoni, menegaskan bahwa insinerator bukanlah solusi utama dalam sistem pengelolaan sampah, melainkan hanya digunakan pada tahap akhir untuk menangani residu yang tidak dapat diolah kembali.

Menurutnya, kata Fathonu, tidak semua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) harus dilengkapi dengan insinerator.

READ ALSO

Satpol PP Kabupaten Bogor Tertibkan 257 Botol Miras Ilegal di Babakan Madang

Kinerja Koperasi Disorot, Hanya 500 Koperasi Rutin RAT dari 1.800

TPST cukup difokuskan untuk mengolah sampah yang telah dipilah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), sementara residu hasil pengolahan tersebut baru dibawa ke insinerator.

“Insinerator itu solusi di akhir. Tidak perlu semua TPST punya insinerator. TPST cukup mengolah sampah menjadi RDF, residunya saja yang dibawa ke insinerator,” tegas Achmad Fathoni kepada SuaraBotim.Com, Selasa (10/2/2026).

Ia berharap, insinerator dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di tingkat kabupaten, sehingga penggunaannya lebih terpusat dan efisien. Dengan jumlah residu yang semakin sedikit, biaya pengangkutan ke insinerator pun dinilai tidak terlalu mahal.

Namun demikian, ia mengakui, pada tahap awal, ketika pengolahan RDF di TPST belum maksimal dan residu masih cukup banyak, insinerator dapat difungsikan sementara sebagai fasilitas pendukung.

“Tapi ini bukan untuk seterusnya. Konsep idealnya seperti yang sudah dikembangkan di Banyumas, di mana setiap desa memiliki TPST yang dibiayai oleh pemerintah daerah, sementara operasionalnya dijalankan oleh desa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Achmad Fathoni menekankan, pentingnya pengaturan retribusi sampah yang adil dan proporsional.

Ia menyebutkan, tarif iuran sampah seharusnya ditentukan oleh desa dan dibedakan antara rumah tangga dan sektor usaha.

“Tarif untuk rumah sakit, pasar, dan perusahaan idealnya beberapa kali lipat dibanding rumah tangga. Itu bisa diatur melalui Peraturan Desa (Perdes) jika TPST sudah tersedia,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan pengalihan pengelolaan sampah ke desa harus didukung oleh regulasi pemerintah daerah agar memiliki kekuatan hukum yang jelas. Tanpa dukungan regulasi yang kuat, persoalan sampah di Kabupaten Bogor dinilai tidak akan pernah tuntas.

“Kalau tidak disuport regulasi dari pemda, persoalan sampah tidak akan selesai,” pungkasnya.

(Pandu)

Tags: Achmad FathoniDLH BogorDPRD Kabupaten BogorInsineratorPerdes SampahRetribusi SampahTPST RDF

Related Posts

Satpol PP Kabupaten Bogor Tertibkan 257 Botol Miras Ilegal di Babakan Madang
Suara Bogor

Satpol PP Kabupaten Bogor Tertibkan 257 Botol Miras Ilegal di Babakan Madang

April 25, 2026
Kinerja Koperasi Disorot, Hanya 500 Koperasi Rutin RAT dari 1.800
Suara Bogor

Kinerja Koperasi Disorot, Hanya 500 Koperasi Rutin RAT dari 1.800

April 25, 2026
BNNK Bogor Ajak Pecandu Narkoba Lapor Diri, Rehabilitasi Gratis Tanpa Sanksi Hukum
Suara Bogor

BNNK Bogor Ajak Pecandu Narkoba Lapor Diri, Rehabilitasi Gratis Tanpa Sanksi Hukum

April 25, 2026
RAT ke-48, KKI Indocement Perkuat Tata Kelola Digital Targetkan Pertumbuhan Stabil 2026
Suara Bogor

RAT ke-48, KKI Indocement Perkuat Tata Kelola Digital Targetkan Pertumbuhan Stabil 2026

April 25, 2026
Anggaran 112 Miliar, Masjid Nurul Wathon Mampet karena Sampah Plastik???
Suara Bogor

Anggaran 112 Miliar, Masjid Nurul Wathon Mampet karena Sampah Plastik???

April 24, 2026
Pemkab Bogor Raih Penghargaan Most Inspiring Leader Awards 2026, Bukti Kepemimpinan Visioner dan Inovatif
Suara Bogor

Pemkab Bogor Raih Penghargaan Most Inspiring Leader Awards 2026, Bukti Kepemimpinan Visioner dan Inovatif

April 24, 2026
Next Post
Mencium Aroma Busuk, Warga Cilebut Temukan Mayat Pria Didalam Kontrakan

Mencium Aroma Busuk, Warga Cilebut Temukan Mayat Pria Didalam Kontrakan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • ‎Bengkel Motor di Ranca Bungur Terbakar ‎
  • ‎Bobotoh Bentangkan Spanduk “Shut Up KDM”, Begini Respon Dedi Mulyadi!
  • Hadiri Perayaan Paskah Kementerian ATR/BPN, Menteri Nusron: Paskah Membangun Semangat Kebangkitan Bangsa
  • Satpol PP Kabupaten Bogor Tertibkan 257 Botol Miras Ilegal di Babakan Madang
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?